Syarat Umroh

Syarat Umroh yang dimaksud dalam artikel ini adalah syarat wajib umroh. dimana Jika terpenuhi syarat-syarat ini maka seorang Muslim terkena kewajiban Umroh.

[wp-svg-icons icon=”zoom-in” wrap=”i”] Rukun / Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

  1. Muslim, oleh karena itu orang kafir tidak wajib. Logikanya, selain karena memang orang kafir mana mau beribadah dalam aturan Islam kecuali orang Islam itu sendiri. Juga karena memang aturan ini hanya untuk orang Islam saja. Non Islam mana boleh masuk Tanah Suci.
  2. Aqil atau sadar dan berakal. Dalam artian bahwa ibadah harus dilaksanakan dalam kesadaran. Karena orang gila terbebas dari kewajiban-kewajiban seperti yang dikutip dalam Hadits Rasulullah SAW

    رُفِعَ  الْقَلَمُ  عَنْ  ثَلاَثَةٍ  عَنِ  النَّائِمِ  حَتَّى  يَسْتَيْقِظَ  وَعَنِ  الصَّبِىِّ  حَتَّى  يَشِبَّ  وَعَنِ  الْمَعْتُوهِ  حَتَّى  يَعْقِلَ

    “Pena (kewajiban) diangkat atau dihilangkan dari tiga macam orang: (1) orang yang tidur sampai ia bangun, (2) anak kecil sampai ia dewasa dan (3) orang gila sampai ia sadar.” (Hadits Riwayat Tirmidzi nomor. 1423. hadits ini shahih menurut Syaikh Al Albani ).

  3. Baligh, haji dan umroh tidak diwajibkan kepada orang gila dan orang  yang kurang waras pikirannya, begitu juga tidak diwajibkan kepada anak kecil, sebagaimana hadits yang terdapat dalam Point nomor 2 di atas. Namun apakah bisa kita umroh dengan anak kecil? kalau bisa hukumnya bagaimana?Jika anak kecil melaksanakan ibadah haji atau umroh, maka ibadahnya sah walaupun pada dasar hukumnya itu tidak ada kewajiban untuknya, dia dan walinya akan mendapatkan pahala, Ketentuan ini bersumber kepada hadits sebagai berikut :

    عَنْ كُرَيْبٍ  أَنَّ امْرَأَةً  رَفَعَتْ صَبِيًّا  فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ  أَلِهَذَا  حَجٌّ  قَالَ  نَعَمْ  وَلَكِ  أَجْرٌ

    “Kuraib : Ada seorang wanita yang sedang menggendong anaknya dan berkata, “Wahai Rasulullah Apakah bagi anak ini juga memiliki keharusan haji?” Beliau menjawab: “Ya, dan kamu juga menjadapkan ganjaran pahala.” (Hadits Riwayat Muslim)

    Adapun caranya adalah wali dari anak kecil tersebut berniat haji atau umroh untuknya. Namun jika anak kecil itu sudah mumayiz, maka anak kecil itu boleh berniat sendiri untuk melakukan ihram tapi atas izin walinya. Apakah ketika dewasa tidak perlu berhaji atau umorh lagi? kewajiban ibadah haji tidak gugur, karena itu ketika dia sudah dewasa, dia wajib melaksanakan kembali ibadah haji. Jika syarat wajib umroh ada padanya.

    Jika anda ingin beribadah umroh bersama anak Anda baca juga “Tips melakukan ibadah umroh bersama anak” dan Tips mempersiapkan Perlengkapan Umroh

  4. Merdeka, haji tidak diwajibkan kepada hamba sahaya sebagai kemudahan baginya. Namun point ke empat ini kemungkinan besar tidak akan ada yang terkenai di zaman modern ini. Karena memang sudah tidak ada sistem perbudakan.
  5. Mampu, haji atau umroh tidak wajib bagi orang yang tidak mampu.
Promo Umroh Desember 2016 Rabbani Tour
Promo Umroh Desember 2016 Rabbani Tour

[wp-svg-icons icon=”calculate” wrap=”i”] Ukuran Kriteria Mampu dalam Syarat Umroh dan Haji

  • Sehat, sebagaimana hadits Ibnu Abbas :
    أَنَّ امْرَأَةً  مِنْ خَثْعَمَ  قَالَتْ:  يَارَسُوْلَ اللهِ  إِنَّ أَبِي  أَدْرَكَتْهُ  فَرِيْضَةُ الْحَجِّ  شَيْخًا كَبِيْرًا  لاَ يَسْتَطِيْعُ  أَنْ يَسْتَوِىَ  عَلَى الرَّاحِلَةِ  أَفَأَحُجُّ عَنْهُ؟ قَالَ:  حُجِّى عَنْهُ “
    Bahwasanya seorang wanita dari Khats’am berkata: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ini diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji disaat dia telah tua renta, dia tidak mampu untuk naik kendaraan, apakah aku (harus) melaksanakan haji untuk mewakilinya?’ Beliau menjawab: ‘Lakukankah haji untuknya (mewakilinya)” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Dia harus mempunyai sesuatu yang bisa mengantarkannya ke kota Mekkah, jika kita muslim Indonesia tetnuya harus mampu melewati lautan dengan pesawat terbang. Artinya kita mampu beli tiket pesawat terbang pulang-pergi beserta bekalnya. ketentuan ini disesuaikan dengan keadaan muslim tersebut, jika dekat dengan Mekkah, berarti mampu untuk datang ke Mekah dengan jalan kaki atau mobil sudah cukup menjadi syarat Wajib Haji untuknya. sebagaimana hadits Anas Radhiyallahu ‘Anh, beliau berkata: قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا اَلسَّبِيلُ ؟ قَالَ: اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ “Ada seseorang yang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu? beliau bersabda: “Bekal dan juga kendaraan.” (HR. Daruquthni dan dishahihkan Hakim)
  • Ada juga yang menambahkan bahwa Mampu disini termasuk juga tidak punya hutang. ATAU kalaupun punya, ada perhitungan bahwa selepas haji atau umrah masih bisa membayarnya. Namun ada baiknya ditabayunkan terlebih dahulu kepada si pemberi hutang sebelum Anda berangkat Haji atau Umroh, supaya hutang anda diperpanjang karena Anda akan berangkat ke Baitullah.
  • Ada juga yang menambahkan bahwa mampu di sini termasuk juga, Mampu memberi bekal anak dan istri yang ditinggalkan.

[wp-svg-icons icon=”pushpin” wrap=”i”] Wajib Haji hanya sekali seumur hidup

Pernyataan ini bersumber dari hadtis Nabi Muhammad SAW.

خَطَبَنَا  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَقَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ  فَرَضَ اللهُ  عَلَيْكُمُ الْحَجَّ  فَحُجُّوا. فَقَالَ رَجُلٌ : أَكُلَّ عَامٍ  يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ، وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ. ثُمَّ قَالَ: ذَرُوْنِي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَدَعُوْهُ

“Rasulullah SAW berkhutbah di hadapan kami, beliau berkata: “Wahai sekalian manusia, sungguh Allah telah mewajibkan bagi kalian haji maka berhajilah kalian!” Seseorang berkata: “Apakah setiap tahun, ya Rasulullah?”  Beliau terdiam sehingga org tersebut mengulangi ucapannya tiga kali. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Kalau aku katakan ya, niscaya akan wajib bagi kalian & kalian tidak akan sanggup.” Kemudian beliau berkata: “Biarkanlah apa yg aku tinggalkan kepada kalian. Sesungguhnya org sebelum kalian telah binasa karena mereka banyak bertanya yg tidak diperlukan dan menyelisihi nabi-nabi mereka. Jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian maka lakukanlah sesuai dengan kesanggupan kalian. Dan bila aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkanlah.”

[wp-svg-icons icon=”pushpin” wrap=”i”] Apakah kewajiban Haji sama dengan Umroh? 

ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Yaitu :

  1. Umroh itu sunnah muakkad, yaitu ‘umroh sekali seumur hidup. pendapat ini didukung oleh Ulama Malikiyah dan mayoritas ulama Hanafiyah. Dalilnya adalah

    حديث جابر بن عبد اللّه رضي الله عنهما قال : « سئل رسول اللّه صلى الله عليه وسلم عن العمرة أواجبة هي ؟ قال : لا ، وأن تعتمروا هو أفضل

    Hadits Jabir bin ‘Abdillah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW ditanya mengenai ‘umroh, wajib ataukah sunnah. Nabi SAW menjawab, “Tidak. Jika engkau berumroh maka itu lebih utama.” (HR. Tirmidzi no. 931, sanad hadits ini lemah menurut Syaikh Al Albani)

    وبحديث طلحة بن عبيد اللّه رضي الله عنه : « الحجّ جهاد والعمرة تطوّع

    Hadits Tholhah bin ‘Ubaidillah RA, “Haji itu jihad dan ‘umroh itu tathowwu’ (dianjurkan).” (HR. Ibnu Majah no. 2989, hadits ini lemah menurut Syaikh Al Albani)

  2. Umroh itu wajib. Pendapat ini didukung oleh sebagian ulama Hanafiyah dengan alasan bahwa sunnah muakkad itu sama dengan wajib.
  3. Umroh itu wajib tapi sekali seumur hidup. Pendapat paling kuat ini dari dari Imam Syafi’i dan Hambali, dengan dalil sebagai berikut

وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah.” (QS. Al Baqarah: 196). Maksud ayat ini adalah sempurnakanlah kedua ibadah tersebut. Dalil ini menggunakan kata perintah, hal itu menunjukkan akan wajibnya haji dan umroh.

 

وبحديث عائشة رضي الله تعالى عنها قالت : « قلت : يا رسول اللّه هل على النّساء جهاد ؟ قال : نعم ، عليهنّ جهاد لا قتال فيه : الحجّ والعمرة

Dengan hadits ‘Aisyah RA, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).

Pendapat mana yang harus diambil ? menurut kesimpulan kami umroh itu wajib bagi yang berkemampuan sekali seumur hidup. Adapun pendapat yang menyatakan hukumnya sunnah (mu’akkad) mempunyai dasar hukum yang lemah karena bersandar pad ahadits yang dho’if/lemah sehingga dalilnya lemah pula.

Oleh karena itu, anda yang telah terkenai syarat wajib umroh, dalam sekali seumur hidup berusahalah untuk menunaikan umroh. Namun perlu diketahui juga bahwa ibadah ‘umroh ini bisa juga langsung ditunaikan bersamaan dengan ibadah haji. Artinya yaitu dengan cara melakukan haji qiran atau tamattu’ . Karena di dalam haji tamattu’ dan haji qiran ini sudah ada umroh di dalamnya. Namun jika Haji terasa susah karena masa tunggu yang terlampau lama dan khawatir tidak terlaksana Haji karena usia sudah renta, maka berumrohlah. karena tidak ada masa tunggu seperti Haji.

Wallahu a’lam. sumber  : https://rumaysho.com/2659-hukum-umroh-wajib-ataukah-sunnah337.html

You might also like More from author