Apa itu MERS-CoV? Bahayakah Untuk Jemaah Haji dan Umroh?

Tercatat pada bulan april sampai dengan bulan juni 2013, jumlah infeksi MERS-Cov di dunia tercatat sebanyak 64 kasus (Saudi Arabia 49 kasus, Italia 3 kasus, United Kingdom 3 kasus, Perancis 2 kasus, Jordania 2 kasus, Qatar 2 kasus, Tunisia, dan Uni Emirat Arab 1 kasus), dengan korban yang meninggal mencapai 38 orang.

Apa itu MERS-CoV? Bahayakah Untuk Jemaah Haji dan Umroh? Virus ini berbeda dengan corona virus lain yang telah di temukan sebelumnya. Sehingga kelompok studi corona virus dai komite internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan bahwa novel corona virus tersebut di namakan sebagai MERS-CoV. Virus ini tidak sama dengan corona virus penyebab Severa Acute Respiratory Syndrome (SARS), namun mirip dengan corona virus yang terdapat pada kelelawar.

Apa itu MERS-CoV? Bahayakah Untuk Jemaah Haji dan Umroh?

Apa itu MERS-CoV? Bahayakah Untuk Jemaah Haji dan Umroh?
Apa itu MERS-CoV? Bahayakah Untuk Jemaah Haji dan Umroh?

Gejala dan Penularan MERS-CoV

Orang yang terinfeksi MERS-CoV sebagian besar berkembang menjadi penyakit saluran pernafasan betrat dengan gejala-gejala  demam, batuk dan nafas pendek. Sekitar separuh dari jumlah penderita meninggal. Sebagian dari penderita meninggal. Sebagian dari penderita di laporkan menderita penyakit saluran pernafasan tingkat sedang. baca juga (Wajib suntik vaksin meningitis ketika ke Tanah Suci)

Sampai saat ini, masih saja terus di lakukan investigasi mengenai pola panularan MERS-CoV, karena telah di temukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga di amati. Selain itu juga, cluster dari kasus Infeksi MERS-CoV di Arab Saudi. Jordania, The United Kingdom, Prancis, Tunsia dan Italia juga di invetigasi.

Vaksin dan Pengobatan

Sampai saat ini belum ada vaksin yang spesifik dapat mencegah infeksi MERS-CoV. Selain itu, belum di temukan juga metode pengobatan yang secara spesifik dapat menyembuhkan penyakit yang di sebabkan oleh MERS-CoV. Perawatan medis hanya bersifat supportive untuk meringankan gejala.  Tes labolatorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk MER-CoV tersedia di kementrian kesehatan dan beberapa labolatorium internasional, namun tes tersebut bukan tes rutin.

Himbauan Untuk Orang Hendak Pergi ke Timur Tengah

Masyarakat tetap busa melakukan perjalanan atau berkunjung ke Negara-negara Arabia Peninsula dan sekitarnya, karena World Health Organization (WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika serikat tidak akan mengeluarkan surat travel warning tentang kesehatan kepada negera-negara yang terkait dengan MERS-CoV. Namun, hal yang perlu diantisipasi oleh masyarakat yang akan berpergian ke Negara-negara tersebut, yaitu jika terdapat demam, dan gejala sakit pada saluran pernafasan bagian bawah, seperti halnya, batuk atau sesak nafas dalam kurun waktu yang 14 hari sesudah perjalanan segera periksakan ke dokter. baca juga (Merasakan nuansa romawi kuno)

Untuk melindungi diri dari kejadian penyakit saluran pernafasan, hendaklah melakukan beberapa langkah pencegahan  yaitu sebagai berikut :

  • Tutuplah hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk ataupun bersin dan segera buang tisu tersebut ke tempat sampah
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum di cuci
  • Hindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit, misalnya penggunaan alat makan atau minum.
  • Bersihkan dengan menggunakan desinfektan untuk membersihkan barang-barang yang sering di sentuh orang ramai (di gunakan secara kolektif).

Berikut ini ada beberapa fakta tantang Mers yang di kutip dari berbagai sumber

  1. Insiden pertama : kasus pertama MERS di temukan pada tahun 2012. Seorang pria Saudi yang memiliki 4 unta adalah yang pertama terinfeksi.
  2. Resiko : MERS di kaitkan dengan probabilitas tinggi gagal ginjal.
  3. Tingkat penularan : Virus MERS ini tidak terlalu menular seperti SARS, tapi mematikan.
  4. Imunisasi : Belum ada vaksin untuk MERS.
  5. Sumber virus : Unta da Kelelawar di perkirakan sebagai sumber dari virus yang mematikan tersebut. Penelitian sedang berlangsung mengenai hal ini.
  6. Perlindungan : Waspada agar tidak tertular virus MERS-CoV termasuk aturan yang dasar adalah kebersihan. Tidk berbagi alat kuliner atau sikat gigi, menghindari kontak dekat dengan orang-orang yang terlihat sedang sakit, mencuci tangan dengan sering atau cukup dengan menggunakan pembersihan antiseptik tangan. Gunakan tisu jika batuk dan bersin, serta membuang nya kepada tempat sampah. Juga secara teratur membersihkan dan mensterilkan tombol-tombol pintu, remote control, dan benda-benda lain nya yang di gunakan secara kolektif.

Perlu sekali kita mengetahu tentang Apa itu MERS-CoV? Bahayakah Untuk Jemaah Haji dan Umroh?, bagi anda yang akan be rangkat menunaikan Ibadah Umroh Ke Tanah Suci. Jangan lewatkan info terupdate promo umroh. Untuk info paket dan biaya, anda dapat langsung menghubungi CS kami di 0822-8000-1799 atau langsung mengunjungi kantor kami di jl. Lengkong Kecil no.4 Bandung atau ke kantor Perwakilan kami yang berada di Lampung dan Bogor. Bagi anda pengguna Aplikasi Whatsapp, bisa Klik di bawah ini.

klik salah satu staff kami untuk segera chat via whatsapp bersama anda.

Diskusi Langsung Disini