Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)

Jabal Rahmah – terletak di tepi padang Arafah yang merupakan daerah yang di pinggiran timur mekkah. Tempat legendaris ini tidak pernah sepi oleh Jemaah Hajhi maupun Umroh terutama Jemaah umroh asal Indonesia. Konon sejarah jamal Rahmah merupakan titik pertemuan antara nabi adan dan hawa setelah masing-masing terpisah di antara ujung dunia. Di titik itulah kini berdiri monumen putih tanda pertemuan kedua  manusia pertama tersebut.

Terdapat banyak tempat-tempat yang menyimpan cerita dan sejarah para nabi di Tanah Suci Mekkah,  seperti Arafah, Mina, gua Hira, Hudaibiyah, dan Jabal Rahmah. Jamaah Haji dan Umroh sering melakukan ziarah ke tempat-tempat tersebut. Salah satu tempat paling bersejarah adalah Jabal Rahmah. Melihat Timur Tengah Lebih Dekat.

Sesuai nama nya, bukit ini yang di yakini sebagai pertemuan antarar Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka di pisah kan dan diturunkan dari Syurga oleh Allah SWT.

Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)
Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)

Selama bertahun-tahun Nabi Adam dan Siti Hawa setelah melakukan kesalahan memakan buah khuldi yang terlarang di turunkan oleh Allah SWT ke dunia. Berdasar kan kajian para Ulama, di lasir dari ‘Haji dari Masa ke Masa’, kemungkinan Nabi Adam di turunkan di negeri India, sedangkan Hawa di turunkan di Irak.

Setelah kedua nya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah SWT mereka di pertemukan di Puncak Bukit Jabal Rahmah ini. Setelah pertemuan tersebut, Nabi Adam dan Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunan nya sampai sekarang.

Jabal Rahmah Tempat Bersejarah

Jabal Rahmah terletak di tepi padang Arafah yang merupakan daerah di pinggiran timur Makkah. Tempat legendaris ini tidak pernah sepi dari jamaah Haji maupun Umroh terutama jamaah Haji asal Indonesia. Konon, Sejarah Jabal Rahmah merupakan titik pertemuan  antara Nabi Adam dan Hawa setelah masing-masing terpisah di antara ujung dunia. Di titik itulah kini berdiri monumen putih tanda pertemuan kedua manusia pertama tersebut.

Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)
Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)

Jabal rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir Nabi Muhammad Saw tatkala melakukan Wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 3

“… Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”.
Terdapat banyak tempat-tempat yang menyimpan cerita dan sejarah para nabi di Tanah Suci Mekkah,  seperti Arafah, Mina, gua Hira, Hudaibiyah, dan Jabal Rahmah. Jamaah Haji dan Umroh sering melakukan ziarah ke tempat-tempat tersebut. Salah satu tempat paling bersejarah adalah Jabal Rahmah.

Jabal Rahmah tidak jauh dari Padang Arafah, dimana jamaah Haji menunaikan wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Dari asal kata nya, rahmah berarti kasih sayang. Sebuah nama yang di ambil dari kisah masyhur di kalangan umat Islam, kisah pertemuan antara Adam dan Hawa setelah sekian lama tak berjumpa. Ketika Adam dan Hawa di turun kan ke bumi, mereka di tempatkan secara terpisah.
Sebagai  pengingat moment pertemuan itu,  di atas  Jabal Rahmah ada sebuah monumen yang terbuat dari beton persegi panjang dengan lebar 1,8 meter dan tinggi 8 meter. Masyarakat setempat percaya, lokasi pertemuan Adam dan Hawa adalah persisi di titik bangunan  monumen putih itu.

Jabal Rahmah sendiri merupakan  bukit batu. Tinggi nya hanya sekitar 70 meter dan bisa di naiki melewati batu-batuan terjal. Perjalanan dari bawah kaki bukit hingga sampai ke monumen Adam dan Hawa biasa nya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja.

Kini, Bukit Jabal Rahmah, dimana bukit yang menjadi saksi pertemuan dua manusia yang saling mencintai ini menjadi salah satu objek wisata sejarah dan relligi yang menarik yang harus di kunjungi  jika berada di arab Saudi atau sedang melakukan ibadah umroh. Pemerintah Arab Saudi juga membuat sebuah tugu beton segi empat dengan tinggi sekitar delapan meter di tengah puncak bukit bersejarah tersebut, sebagai penanda tempat bertemu nya dua manusia yang pertama saling jatuh cinta.

Banyak jemaah haji dan umrah yang mengunjungi bukit ini. Mendaki Jabal Rahmah tidak terlalu melelahkan, hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai di puncak dimana tugu segi empat itu berada.

Pemandangan Indah Padang dan Jasa Soekarno

Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)
Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)

Sampai di puncak Jabal Rahmah kita akan di suguhi pemandangan indah Padang Arafah, tempat jemaah haji melakukan wukuf. Bukit ini memang tidak terlalu tinggi, namun kita dapat menyaksikan indah nya Padang Arafah yang sudah mulai menghijau setelah pemerintah Arab Saudi melakukan penanaman pohon di sepanjang Padang Arafah.

Sebelum nya Padang Arafah ini hanya berupa padang pasir luas yang tandus dan gersang. Sekarang Padang Arafah terlihat lumayan hijau dengan banyaknya jumlah pepohonan. Kabarnya, dulu Presiden Indonesia Soekarno mengusulkan untuk menghijaukan Padang Arafah. Soekarno bahkan mengirim ribuan bibit pohon yang cocok di tanam di lahan gersang berpasir seperti Arafah.

Di Penuhi Coretan

Selain untuk berdoa, ada sebagian Jemaah yang jahil melakukan aksi corat-coret di bukit yang di dominasi bongkahan batu besar ini. Saat Jemaah mulai mendaki, tampak seorang Jemaah yang berparas kan melayu di atas salah satu bongkahan batu sedang di tegur petugas. Namun Jemaah tersebut seolah tidak peduli saat sang petugas sedang menegur nya.

Ada sebagian orang yang mempercayai bahawa jika menuliskan nama mereka di bukit tersebut maka akan mambuat mereka mudah menemukan jodoh. Sebagaian juga ada yang menuliskan nama mereka beserta pasangan nya dengan maksud agar hubungan mereka langgeng sampe akhir hayat.

Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)
Bukit Cinta Adam dan Hawa (Jabal Rahmah)

Meski Ulama Saudi sendiri sudah menegas kan bahwa berziarah ke Jabal Rahmah bukanlah hal yang di sunnah kan apalagi di wajibkan, nyatanya banyak peziarah berdatangan dan berdoa menengadahkan tangan di sana saat wukuf. Lebih-lebih jamaah Indonesia, mereka memadati bukit ini saat wukuf tanggal 9 Dzulhijjah. Tidak heran jika kita dapati coretan-coretan nama-nama orang Indonesia di tugu monumen putih.

Pemandangan Padang Arafah yang dapat dilihat dengan jelas dari puncak Jabal Rahmah menjadi pesona tersendiri. Pemandangan indah saksi bisu reuni Adam dan Hawa di bumi.
Kabar nya, jika kita berdoa meminta jodoh, keharmonisan dan keabadian hubungan asmara akan mudah di kabulkan jika berdoa di Jabal Rahmah ini. Banyak yang percaya, mereka yang masih sendiri akan mudah menemukan pasangan hidup nya, walaupun itu mungkin membutuh kan waktu ratusan tahun seperti kisah Adam menemukan Siti Hawa di bukit ini.
Banyak yang percaya, jika berdoa minta  jodoh di Jabal Rahmah maka akan cepat terkabul permintaan tersebut. Hal ini juga yang menjadi daya tarik jamaah. Namun kita sebagai umat muslim jangan terlalu percaya akan hal sperti itu, karena Jodoh, Rejeki ,Maut Allah SWT yang tau Allah SWT yang menentukan. Wallohu’alam..

Terlepas apapun maksud dan tujuan mereka. Mencoret-coret tempat umum terlebih tempat bersejarah seperti Jabal Rahmah ini merupakan tindakan tidak terpuji dan merusak. Tindakan merusak seperti ini sangat tidak pantas di lakukan orang-orang berniat melakukan perjalanan ibadah ke tanah suci. Dan sudah menjadi kewajiban bersama untuk seharus nya menjaga tempat ini agar tetap menjadi objek wisata religi dan saksi sejarah Islam yang menarik untuk di kunjungi.

 

You might also like More from author