Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)

Jabal Nur – Para jamaah haji maupun umroh di Mekkah, Arab Saudi, biasa nya menyempatkan datang ke Jabal Nur. Nur berarti cahaya, sebab di sinilah Nabi Muhammad SAW pertama kali mendapat wahyu dari Allah SWT. Mari kita simak.

Dari sekian banyak tempat-tempat bersejarah di Makkah, rasa nya belum lengkap jika belum mengunjungi Jabal Nur. Gunung ini menjadi titik awal Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi nabi terakhir. Jabal Nur berada di kawasan Hejaz atau atau sekitar 7 km dari Masjidil Haram.

di sebelah utara Masjidil Haram kurang lebih 6 kilometer, terdapat sebuah gunung yang di kenal dengan nama JAbal Nur. Dengan tinggi puncak Jabal Nur kira-kira 200 Meter, di sekeliling nya terdapat sejumlah gunung, bukit dan jurang. Sekitar 5 meter dari puncak gunung, terdapat sebuah lubang kecil. Itulah yang di sebut Gua Hira, di mana Nabi Muhammad Aaw mendapatkan Wahyu.

Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)
Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)

Dalam sejarah, saat itu Nabi Muhammad sedang berada di dalam Gua Hira, salah satu gua di Jabal Nur. Ini adalah gua kecil dengan panjang 3,5 meter dan lebar 1,5 meter, serta letaknya berada 4 meter dari atas bagian puncak gunungnya. Gua ini hanya cikup di gunakan untuk shalat 2 orang. Di b again kanan gua terdapat teras dari batu yang ukup di gunakan untuk sholat dalam keadaan duduk dan terdapat lubang kecil yang dapat dipergunakan untuk memandang kawasan bukit dan gunung arah mekkah.

Untuk mengunjungi tempat ini tersedia dalam program Paket Umroh 2017 .

Gua Hira

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu yang Maha Mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui.” (QS Al-Alaq 1-5).

Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)
Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)

Untuk menuju puncak gunung, seseorang rata-rata memrlukan waktu selama 1 jam bahkan lebih. Dikarenakan medan nya yang cukup sulit karena tidak ada tangga. Para peziarah harus mendaki dengan melewati batu-batu yang terjal. Jalan bertangga hanya di temukan setelah 3 seperempat perjalanan. Namun menjelang puncak gunung medan nya sedikit ringan, para peziarah bisa mendaki dengan santai.

Begitu tiba di depan pintu gua, terdapat tulisan Arab ‘Ghor Hira’ dengan cat warna merah. Di atas tulisan itu terdapat tulisan dua ayat pertama Surat Al-Alaq dengan cat warna hijau. Gua Hira terletak persis di samping kiri tulisan tersebut.

Jabal Nur dan Gua Hira ini sangat penting dalam sejarah Islam karena di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama yaitu surat Al’Alaq dari ayat 1 sampai 5. Senin 17 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Agustus 610 M—menurut Ibnu Sa‘ad dalam Al-Thabaqat Al-Kubra—kala Muhammad tengah khusyuk bertafakur, ia menerima wahyu pertama yang disampaikan oleh Malaikat Jibril.

“Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq: 1-5).

Kondisi Jabal Nur

Saat itu pula Nabi Muhammad SAW resmi dilantik sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT. Saat menerima penobatan sebagai Nabi ini, usia Rasulullah SAW sekitar 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut kalender Qamariyah

Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)
Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)

Dengan kondisi seperti itu, Gua Hira merupakan tempat yang ideal di Makkah bagi Nabi Muhammad SAW untuk bertahannuts. Suasananya tenang, dan jauh dari keriuhan kota Makkah kala itu. Dan tentu saja, Nabi Muhammad SAW telah mempertimbang kan dengan matang pemilihan gua ini sebagai tempatnya ‘mencari’ Tuhan.

Beliau juga telah memperbincang kan tempat itu dengan istri nya, Khadijah binti Khuwailid. Oleh sebab itu, terkadang di malam yang pekat, Khadijah beberapa kali mengunjungi Nabi Muhammad SAW. Dapat di bayangkan bagaimana berat nya medan yang ditempuh Khadijah Al-Kubra saat itu, ketika mengunjungi suaminya di Gua Hira.

Bagi sebagian kaum Muslimin, perjalanan ibadah haji dan umroh bukan hanya sekedar menyempurnakan prosesi atau ritual sebagaimana di wajib kan atau di sunnah kan syariat, tapi juga sebuah wisata religius. Salah satu nya adalah dengan melakukan ziarah. Dan salah satu tempat ziarah yang paling di buru para jamaah haji atau mereka yang berumrah adalah Gua Hira yang terletak di Jabal Nur (Gunung Cahaya).

Ahli sejarah mengatakan, Nabi Muhammad SAW sebelum di angkat menjadi nabi dan rasul telah melakukan uzlah di dalam nya selama 3-5 tahun, beliau beribadah, dan bertahajud. Bahkan di bulan Ramadhan satu bulan penuh beribadah, beliau bertafakkur dan mengasah jiwa nya di sana.
Rupa nya, Nabi Muhammad SAW sudah sejak lama suka datang ke Gua Hira untuk menyendiri. Nabi Muhammad SAW sering menenang kan pikiran di sana, hingga suatu hari wahyu tersebut turun melalui malaikat Jibril. Setelah wahyu pertama turun, lalu Nabi Muhammad SAW melalui serangkaian proses panjang menjadi nabi dan rasul hingga Isra dan Miraj.

Maka tidak heran jika  umat Muslim menyebut gunung tersebut dengan sebutan Jabal Nur atau gunung yang bercahaya. Turun nya wahyu dari Allah SWT ke Nabi Muhammad saw , adalah titik awal cahaya Islam yang terus menerus benderang hingga kini.
Perjalanan Menuju Jabal Nur
Oleh sebab itu, Jabal Nur tidak pernah sepi dari kedatangan para jamaah haji tiap tahun nya. Tidak hanya saat haji, Jabal Nur hampir di penuhi para umat Muslim tiap hari nya.

Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)
Gunung Yang Bercahaya (Jabal Nur)

Untuk menempuh Gua Hira, di perlukan fisik dan stamina yang kuat. Anda bakal mendaki dari dasar gunung sekitar 1 jam untuk tiba di Gua Hira. Dari sana, hanya butuh beberapa menit saja untuk tiba di Puncak Jabal Nur yang punya ketinggian sekitar 642 mdpl.
Bebatuan yang terjal akan di temui sepanjang jalan. Tak hanya itu, kemiringan medan jalan nya pun bisa mencapai 60 derajat. Berhati-hatilah di setiap langkah kaki Anda. Dan di saran memakai sandal atau sepatu yang tidak licin, agar anda tidak terpeleset saat sedang mendaki nya.

Selain itu, Anda juga harus sabar mengantri untuk masuk ke dalam Gua Hira. Gua Hira hanya mampu menampung empat orang saja. Keadaan di dalam nya cukup gelap, sebab hanya sedikit cahaya matahari yang masuk ke sana.
Berjalan ke atas Puncak Jabal Nur, ada pemandangan cantik menanti Anda. Dari sana lah, Anda bisa melihat Kota Makkah yang cantik dari ketinggian. Bahkan, dari sana pun Anda bisa melihat Masjidil Haram dengan jelas tanpa ada gangguan gedung-gedung tinggi. Sangat cantik dan Indah!

Baik saat musim haji atau musim-musim biasa, Jabal Nur selalu di padati oleh traveler muslim. Mereka melakukan napak tilas Nabi Muhammad SAW sekaligus berziarah di sana. Di Gua Hira atau di atas puncak gunung kebanyakan umat muslim berdzikir dan berdoa, merindukan Rasullulah SAW.

 

You might also like More from author