Hikmah Haji dan Umroh

Hikmah Haji dan Umroh – Ibadah haji dan umrah sarat akan nilai dan juga hikmah yang dapat diambil sebagai pelajaran. Diantara hikmah-hikmah tersebut diantaranya adalah:

Hikmah Haji dan Umroh Pertama, Menghapus Dosa.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yg melaksanakan ibadah haji, dia tidak melakukan perbuatan maksiat & tidak juga berkata-kata yg kotor, maka ia akan kembali ke negerinya dengan tanpa dosa, seperti ia dilahirkan ibunya pertama kali.” (HR.Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Majah & Tirmidzi dari Abu Hurairah).

“Dosa-dosa yg dilakukan antara umrah dengan umrah berikutnya diampuni. Ibadah umrah & haji yg mabrur (yang diterima oleh Allah SWT) tidak lain imbalannya selain surga.” (HR.Bukhari, Muslim, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Imam Malik, & Ahmad ibnu Hanbal).

“Orang-orang yg melaksanakan haji & umrah adalah tamu-tamu Allah SWT. Jika mereka berdoa, Allah akan mengabulkannya, & jika mereka meminta ampunan, Allah akan mengampuni mereka.” (HR.An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, & Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

Dari ketiga hadits yang telah dipaparkan di atas, tidak ada pembedaan antara dosa kecil & dosa besar. Oleh karena itu, berdasarkan Mazhab Hanafi, dosa yg dihapus tersebut adalah dosa besar dan juga dosa kecil. Jika dosa kecil dan besar sudah dihapus oleh Allah SWT, tentunya seseorang tersebut akan terhindar dari siksaan neraka.

Berkaitan dengan hadits Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, “ketika saat wukuf, Allah turun ke langit dunia & berfirman kepada malaikat: “Lihatlah hamba-hambaKu, mereka datang kepadaKu dengan rambut yg kusut, berdebu, berbondong-bondong dari segala penjuru bumi yg jauh untuk hanya mengharapkan keridhaanKu & memohon untuk dijauhkan dari siksa neraka. Dan tidak ada orang yg lebih banyak dibebaskan dari api neraka kecuali pada hari Arafah.”

Hikmah Haji dan Umroh Kedua, Memperteguh juga Memperbaharui Keimanan Kepada Allah SWT.

Orang yang melaksanakan ibadah haji, mereka mengetahui & merasakan begitu beratnya perjuangan Nabi Ibrahim AS beserta istrinya Siti Hajar, dan anaknya Nabi Ismail AS ketika membangun rumah Allah (Ka’bah) sebagai pusatnya peribadatan umat Islam.

Perjuangan dalam mensyiarkan agama Allah melalui pelaksanaan ibadah haji. Para jamaah haji juga dapat langsung menyaksikan tempat-tempat bersejarah hasil dari perjuangan yang dirasakan oleh Rasulullah SAW di negeri yang tandus (Makkah & Madinah) dengan segala rintangan. Semua ini tentu akan memberi pengaruh besar terhadap keimanan para jamaah haji tersebut.

Hikmah Haji dan Umroh Ketiga, Mempertebal Kesabaran dan Kepatuhan Terhadap Ajaran-ajaran Agama.

ketika menjalankan ibadah haji, para jamaah haji akan merasakan betapa berat perjuangannya yg mesti dihadapi untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Hikmah Haji dan Umroh Keempat, menimbulkan rasa syukur atas segala karunia Allah SWT kepada hambanya, sehingga dapat mempertebal rasa pengabdian kepada Allah SWT.

Hikmah Haji dan Umroh
Hikmah Haji dan Umroh

Baca Juga Artikel Lainnya:

Hikmah Haji dan Umroh Kelima, Memupuk Rasa Persatuan dalam Persaudaraan Umat Islam.

Adanya keseragaman dalam pelaksanaan ibadah haji memberikan pelajaran bahwa umat Islam itu harus memiliki satu visi dan misi yg sama, yaitu untuk menegakkan syariat Islam. Dimulai dari pelaksanaan rukun haji yg dilakukan pada waktu yg sama juga tempat yg sama pula.

Ketika akan melaksanakan ibadah haji, maka harus ditanggalkan pakaian kemegahan kantor, pakaian adat kesukuan dan kebangsaan. Kemudian, hanya berlaku satu pakaian kesatuan yang tidak akan membedakan antara si kaya dan si miskin, tidak akan membedakan antara orang kantoran dan rakyat biasa, dan tidak juga membedakan suku dan bangsa. Pakaian tersebut hanya berwarnakan  putih, sebagai lambang bahwa serikat harus diikat dengan kesucian jiwa dalam ukhuwah islamiyah.

Berkenaan dengan pelaksanaan ini Allah SWT berfirman,

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki & perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa & bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” (QS.Al-Hujurat : ayat 13).

Melalui sarana ibadah haji & umrah , terbuka kesempatan yg begitu luas untuk saling mengenal dan juga bertukar pikiran.

Hikmah Haji dan Umroh Keenam, Bermanfaat Dari Segi Ekonomi.

Ibadah haji juga banyak memberikan manfaat yg banyak bagi para pedagang, mengingat jumlah jamaah haji & umrah yg banyak tersebut tentunya akan membutuhkan kebutuhan yg sangat banyak pula. Di sisi lain, ibadah haji juga dapat memberikan manfaat di bidang ekonomi umat Islam yg tidak memiliki kemampuan dalam menunaikan ibadah haji, khususnya untuk negara-negara yg di dalamnya terdapat umat Islam.

Dikarenakan pemerintah Arab Saudi juga memiliki kebijakan khusus untuk menghindari kemubaziran bahwa daging hewan yg disembelih sebagai dam dari jamaah haji, akan dikirimkan ke berbagai negara yg di dalamnya ada umat Islam yg miskin. Inilah salah satu yg dimaksud dalam firman Allah SWT, “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka …” (QS. Al-Hajj : ayat 28).

Hikmah Haji dan Umroh Ketujuh, Kesadaran akan Persamaan Nilai-nilai Kemanusiaan.

Allah SWT berfirman,

“Bertolaklah kamu dari tempat Bertolaknya orang-orang banyak, & mohonlah ampunan kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Al-Baqarah : ayat 199).

Ayat ini adalah teguran bagi sekelompok orang (yg dikenal dengan al-hummas) yg mengingkari akan kesamaan nilai kemanusiaan, kemudian dengan perasaan memiliki keistimewaan diri, juga enggan bersatu dengan orang banyak ketika melakukan wukuf. Mereka melakukan wukuf di Muzdalifah, sedangkan orang banyak melakukan wukufnya di Arafah.

Pemisahan diri yg dilatarbelakangi oleh perasaan superioritas inilah yg dicegah oleh Allah SWT dalam penjelasan ayat di atas. Adanya persamaan nilai kemanusiaan semakin jelas bila dipautkan dengan isi khutbah Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan Haji Wada’ yg intinya menekankan:

  1. Persamaan
  2. Keharusan untuk memelihara jiwa & kehormatan orang lain
  3. Larangan untuk melakukan penindasan juga pemerasan terhadap kaum lemah, baik dalam bidang ekonomi maupun di bidang-bidang lainnya.

Hikmah Haji dan Umroh Kedelapan, Pelajaran Mengenai Fungsi Manusia sebagai Pemimpin juga Pelindung Makhluk Tuhan lainnya.

Pada pelaksanaan ibadah haji , khususnya semenjak berlaku berpakaian ihram, ada sejumlah larangan-larangan yg mesti diperhatikan oleh jamaah haji. Diantaranya agar untuk tidak menyakiti binatang, tidak membunuh, tidak menumpahkan darah, & tidak mencabut pepohonan.

Hal ini memberikan sebuah pelajaran bahwasannya manusia berfungsi sebagai pelindung bagi makhluk-makhluk Allah SWT. Sehingga manusia benar-benar menjadi rahmat bagi sekalian makhluk yg berada di alam ini.

Jamaah haji juga dilarang untuk menggunakan wangi-wangian, bercumbu atau menikah, berhias. Agar setiap jamaah haji menyadari bahwa manusia tidak hanya materi semata, bukan pula untuk kepuasan birahi, dan bahwa hiasan yg dinilai Allah adalah hiasan ruhani (ketakwaan pada setiap pribadi umat Islam). Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya manusia yg paling mulia di sisi Allah ialah manusia yg paling bertakwa.”

(QS. Al-ujurat (49): ayat 13).

Demikian beberapa Hikmah Ibadah Haji dan Umroh. Masih banyak hikmah-hikmah lainnya yg dapat dipetik dari pelaksanaan ibadah haji juga umrah. Allah tidak akan memberikan kesia-siaan dalam mensyariatkan ibadah haji dan umrah. Di dalam keduanya terkandung hikmah juga pelajaran yg banyak dan sangat berharga.

Dapatkan promo-promo menarik di Paket Umroh 2017 dan Wisata Halal Eropa, hubungi segera CS Rabbanitour kami di 0822-8000-1799.

 

klik salah satu staff kami untuk segera chat via whatsapp bersama anda.

Diskusi Langsung Disini
KONTAK SEGERA !
2017 (C) All rights reserved.