Travel Umroh Terpercaya 2017

Wisata ke Spanyol, Jejak Islam di Istana Alhambra

Wisata ke Spanyol, Jejak Islam di Istana Alhambra – Tepatnya pada tahun 711, Islam mulai memasuki wilayah semenanjung Iberia. Dengan membawa sebuah misi yang besar yaitu menggulingkan kekuasaan tirani, Raja Roderick. Kala itu umat Islam di bawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad, mereka menyeberangi lautan luas yang memisahkan Maroko dan daratan Spanyol. Tujuh tahun berlalu, akhirnya sebagian besar wilayah di semenanjung Iberia yaitu Spanyol dan Portugal sekarang telah berhasil ditaklukan oleh umat Muslim. Kekuasaan Islam berlangsung cukup begitu lama hampir 700 tahun lamanya.

Istana Alhambra, Kerajaan Islam Terakhir di Granada 

Kemudian di tahun 900-an Masehi, Islam mencapai puncak kejayaannya di wilayah Andalusia. Hampir lebih 5 juta muslim tinggal di daerah tersebut, yang apabila dipersentasekan hampir 80% dari total penduduk yang ada. Dinasti Umayah II merupakan kerajaan yang kuat di masa itu, menjadi penguasa tunggal di daerah tersebut, menjadi kerajaan yang begitu maju dan paling stabil kondisi sosialnya di daratan Eropa. Akan tetapi zaman keemasan di bidang social politik tidak berlangsung lama, sekitar tahun 1000-an masehi kerajaan tersebut runtuh yang kemudian terpecah menjadi beberapa Negara kecil yang disebut thaifah.

Kerajaan Granada, Kerajaan Islam Terakhir di Spanyol - Istana Alhambra
Kerajaan Granada, Kerajaan Islam Terakhir di Spanyol – Istana Alhambra

Dikarenakan perpecahan inilah sehingga kerajaan-kerajaan Kristen Eropa yang berada di wilayah utara dapat dengan mudah menaklukannya satu persatu. Selama 200 tahun berjalan, setu persatu thaifah Muslim ditaklukan oleh kerajaan Kristen Eropa (Reqonquista). Tepatnya di tahun 1240-an, penaklukan yang dilakukan kerajaan Kristen itu hanya menyisakan satu kerajaan Islam di benua biru tersebut, itulah kerajaan Granada, yang berada di ujung selatan tanah Andalusia berdiri Istana Alhambra. Lalu bagaimanakah satu-satunya kerjaan Islam tersebut pada akhirnya bisa runtuh juga?

“Liburan Akhir Tahun, Umroh Yuk?”

Penaklukan Kerajaan-kerajaan Islam

Ketika terjadinya reconquista, yaitu penaklukan kerajaan-kerajaan Islam dari mulai ujung wilayah utara, satu persatu ditaklukan oleh kerajaan Kristen. Penaklukan tersebut dimulai dari sejak tahun 1000-an sampai 1200-an masehi, kota-kota penting seperti Cordoba, Sevilla, Toledo berhasil mereka kuasai. Ditambah gerakan al-Murabitun dan Muwahidun yang berada di Afrika Utara, turut andil membantu pasukan Kristen Eropa, pada dasarnya perpecahan umat Islam ketika itu menjadi faktor utama yang menyebabkan runtuhannya kerajaan Islam di Eropa.

Di tahun 1200-an, Granada berhasil menghindar dari penaklukan-penaklukan kerjaan. Setelah jatuhnya Cordoba, maka Granada menyepakati perjanjian dengan kerajaan Castile, merupakan kerajaan Kristen terbesar dan terkuat di Eropa. Dengan perjanjian bahwa Granada akan tunduk dan siap membayar upeti berupa emas kepada kerajaan Castile setiap tahunnya. Dengan kesepakatan tersebut, maka Granada dijamin terbebas dari invasi Castile. Faktor lainnya yang menjadi Granada terhindar dari penaklukan dikarenakan letak geografisnya yang berada di kaki pegunungan Sierra Nevada. Medan yang sulit tersebut menjadi benteng alami bagi Granada.

Istana Alhambra, Kerajaan Islam Terakhir di Spanyol - di belakangnya Pegunungan Sierra Nevada
Istana Alhambra, Kerajaan Islam Terakhir di Spanyol – di belakangnya Pegunungan Sierra Nevada

Kesepakatan Granada dengan Kerajaan Castile berlangsung cukup lama, hampir 250 tahun Kerajaan Islam tersebut tunduk dan harus bayar upeti. Tidak hanya itu, konidisi lingkungan pun sudah tidak lagi kondusif dikarenakan hampir seluruh wilayah di sekelilingnya sudah menjadi kerajaan-kerajaan Kristen. Membuat Granada terancam dan pastinya akan ada sebuah penaklukan kembali.

Namun semuanya menjadi berubah ketika Raja Ferdinand dari Aragon menikahi Putri Isabellah dari Castile. Pernikahan yang menyatukan dua kerajaan Kristen terkuat di wilayah semenanjung Iberia, menyatukan cita-cita sama yaitu penaklukan Granada dan menghapus semua jejak Islam di benua Eropa.

Pada tahun 1482 terjadilah pertempuran antara Kerajaan Kristen Spanyol dengan emirat Granada. Meskipun secara jumlah dan kekuatan materi Granada sudah kalah jauh, namun semangat juang pada masyarakat muslim Granada begitu besar, mereka berperang dengan gagah berani. Sejarawan Spanyol mengatakan, “Orang-orang muslim mencurahkan dengan seluruh jiwa raga mereka dalam peperangan, layaknya seseorang pemberani dengan tekad yang kuat demi mempertahankan diri mereka, istri, juga anak-anak mereka.” Begitu juga masyarakat sipil Granada, mereka turut serta berjuang dalam peperangan dengan begitu gagah berani, karena mereka tidak rela tanah air mereka jatuh ke tangan Kristen, mereka mempertaruhkan jiwa agar eksistensi Islam tetap ada di tanah Eropa.

[ Dapatkan Segera Paket Umroh Plus Spanyol ]

kala itu, orang-orang Kristen bersatu padu dan tidak lagi berpecah belah sebagaimana keadaan mereka di masa lalu. Beda halnya dengan muslim Granada yang malah sedang menghadapi pergolakan politik. Para pemimpin dan para gubernurnya cenderung saling sikut, semuanya memiliki ambisi yang berbeda-beda, dan berusaha saling menggulingkan satu sama lain. Gejolak tersebut menjadikan diantara mereka ada yang berperan sebagai mata-mata Kristen karena diming-imingi dengan imbalan kekayaan, tanah, dan kekuasaan. Lebih parahnya lagi, pada tahun 1483, Sultan Muhammad, merupakan anak dari Sultan Granada, mengadakan pemberontakan terhadap ayahnya sehingga terjadilah perang sipil.

Baca juga artikel lainnya:

Pemberontakan tersebut dimanfaatkan oleh Raja Ferdinand untuk membuat Granada kmenjadi lemah, ia mendukung besar atas pemberontakan yang dilakukan Sultan Muhammad untuk melawan ayah dan anggota keluarganya. Raja Ferdinand mengerahkan pasukan-pasukan Kristennya untuk turut berperang bersama Sultan Muhammad menghadapi anggota kerajaannya.

Akhirnya Sultan Muhammad berhasil menaklukkan anggota kerajaan dan dapat menguasai Granada. Akantetapi kekuasaan yang dimiliki sultan Muhammad hanya sebatas di wilayah Kota Granada saja, karena pasukan Kristen menekan dan mengambil alih wilayah pedesaannya.

Berakhirnya Kerajaan Islam Granada, Istana Alhambra

Setelah Sultan Muhammad menduduki kekuasaannya yang diambil dari ayahnya, datanglah surat dari Raja Ferdinand untuk segera menyerahkan Granada ke wilayah kekuasaannya. Sultan pun terkejut atas apa yang dimintakan Raja Ferdinand, karena awalnya ia menyangka Raja Ferdinand akan memberikan wilayah Granada kepadanya dan membiarkannya untuk menjadi raja di wilayahnya.

Akhirnya sultanpun sadar bahwa dirinya telah dimanfaatkan oleh Raja Ferdinand. Pemberontakan yang telah ia lakukan hanya untuk mempermudah masuknya pasukan Kristen. Sultan berusaha untuk menyatukan kekuatan dengan cara bersekutu bersama prajurit Islam yang berada di Afrika Utara dan Timur Tengah. Namun bantuan yang diharapkan Sultan tidak sesuai dengan harapannya. Turki Utsmani hanya mengirimkan sebagian kecil angkatan laut yang kurang memberikan pengaruh banyak untuk memukul mundur kekuatan Kristen Eropa.

Pada tahun 1491, Istana Alhambra akhirnya dikepung oleh pasukan-pasukan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Dari menara istananya, sang Sultan melihat pasukan Kristen dengan jumlah yang begitu banyak telah mengepung dan bersiap-siap untuk menyerang Granada. Sultanpun dipaksa untuk menandatangani surat penyerahan Istana Alhambra-Granada kepada pasukan Kristen. kejatuhan Granada ini tepatnya terjadi pada November 1491.

[ Paket Wisata Muslim ke Benua Eropa ]

Pada tanggal 2 Januari 1492, pasukan Kristen dapat memasuki Kota Granada. Pasukan-pasukan mereka memasuki istana Alhambra, sambil memasang bendera-bendera juga simbol-simbol kerajaan Kristen Eropa dan ditempelkan pada dinding-dinding istana sebagai tanda kemenangan, dan tepat di menara tertinggi istana Alhambra mereka memasang bendera salib agar seluruh rakyat Granada mengetahui siapa yang menjadi penguasa mereka sekarang. Keadaan begitu mencekam, rakyat muslim Granada tidak berani keluar dari rumahnya masing-masing, jalanan pun begitu lengang dari hiruk pikuk manusia.

Setelah terjadi penaklukan Sultan Muhammad pun diasingkan. Di tengah perjalanan, di puncak gunung, sang Sultan menoleh kepada bekas wilayahnya sambil menitikkan air matanya. Ibunya yang melihat keadaan seperti itu tidaklah menjadi simpatik kepada putranya, bahkan ia memarahinya sang Sultan, “Janganlah engkau menangis seperti layaknya perempuan, karena engkau tidak dapat mempertahankan Granada layaknya seorang laki-laki”.

Ketika itu orang-orang Kristen menjanjikan toleransi dan kedamaian kepada masyarakat Islam Granada, walaupun pada akhirnya perjanjian tersebut mereka batalkan sendiri. Sehingga banyak umat Islam terbunuh dan sebagian lainnya mengungsi menyeberangi lautan menuju wilayah Afrika Utara.

Kerajaan Granada, Kerajaan Islam Terakhir di Spanyol - Taman di dalam Istana Alhambra
Kerajaan Granada, Kerajaan Islam Terakhir di Spanyol – Taman di dalam Istana Alhambra

Peradaban Islam di Spanyol yang berlangsung lebih tujuh abad lamanya telah berakhir. Berakhir dikarenakan perpecahan di dalam tubuh Islam sendiri. Namun kini cahaya Islam telah terbit, bersatu memberikan secercah harapan-harapan kehidupan. Tidak sedikit orang-orang Eropa memeluk agama Islam. Demikian sejarah singkat Wisata ke Spanyol, Jejak Islam di Istana Alhambra semoga menjadi pelajaran dalam menjaga keutuhan persaudaraan sesama umat Muslim.

Wisata ke Spanyol bersama Rabbanitour

Rencanakan liburan keluarga anda dari sekarang juga. Wisata Halal Muslim Rabbanitour siap menjadi sahabat anda menjelajahi Dunia. Dapatkan rincian Paket Umroh Plus dan Paket Wisata Halal di Rabbanitour. Liburan akhir tahun ? yaaa…Rabbanitour !!! Jangan lewatkan info terupdate promo umroh. Untuk info paket dan biaya, anda dapat langsung menghubungi CS, atau datang ke kantor kami di jl. Lengkong Kecil no.4 Bandung atau ke kantor Perwakilan kami yang berada di Lampung dan Bogor. Bagi anda pengguna Aplikasi Whatsapp, bisa Klik di bawah ini :

klik salah satu staff kami untuk chat langsung via whatsapp bersama anda.

Kontak Langsung Via Whatsapp
DAPATKAN DISKON
HARI INI JUGA !
Rp 250.000*
CATATAN : PROMO TERBATAS untuk 50 ORANG SAJA! dan hanya berlaku 1 HARI SAJA untuk SEMUA PROGRAM UMROH*. Info lebih lanjut KONTAK KAMI SEGERA !
UPDATE : SISA SEAT PROMO TINGGAL 5 ORANG !
KESEMPATAN MENDAPATKAN PROMO FREE HANDLING DIPERPANJANG SAMPAI 3 SEPTEMBER 2017
EBOOK SEJARAH HAJI DAN UMROH
GRATIS
Ingin Mengenal Lebih Dalam Mengenai “Sejarah Haji Dan Umrah” ? akan kami kirim ke email Anda (PDF) sekarang juga Isi Nama dan alamat EMAIL Anda di bawah ini
All transactions are safe. We never share your data with 3rd partes.
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.