Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)

Masjid Bir Ali – Jika kita melihat dari kejauhan bangunan ini tampak seperti benteng yang di lengkapi dengan mercusuar yang sangat tinggi menjulang. Dengan posisinya di tepi jalan raya MadinahMekkah, Distrik Dzulhulaifah, 9 km dari Masjid Nabawi. Bangunan ini berdinding tinggi tersebut dengan menghadap ke sebuah bukit yang di pisahkan oleh jalan bebas hambatan. Itulah masjid Miqat Bir Ali. dengan bangunan yang cantik,bersih enak di pandang dan tentram di jiwa, itulah yang para Jemaah rasakan ketika masuk dan menyaksikan Masjid Bir Ali yang terletak di Madinah.

Masjid ali merupakan sebuah tempat Miqat (Miqat Zamani) bagi penduduk Madinah yang akan berumroh atau pun berhaji, sebagaimana yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Jadi hanya Jemaah Jemaah haji gelombang pertama atau Jemaah umroh yang dapat mendahulukan Madinah yang dapat merasakannya.

Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)
Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)

Masjid Bir Ali hanya berjarak kurang lebih dari 15 menit perjalanan dari Madinah. di sanalah Jemaah laki-laki mengenakan pakain Ihram (atau biasanya telah di kenakan di Madinah), bersuci, sholat dua rakaat dan memulai niat ihram dan bersiap umroh. Jarak ke Mekkah sekitar 450 kilometer yang biasanya di tempuh 4-6 jam. Dan sepanjang perjlanan itu pula, para Jemaah telah memulai mematuhi beberapa larangan ihram.

Selain masjid Al-Miqat, masjid ini di kenal dengan nama Masjid As Syajarah(pohon). Nama tersebut merunjuk pada peristiwa sejarah. Dahulu, Nabi Muhammad Saw pernah duduk di bawah pohon saat akan meuju ke Mekkah. Di dekat pohon itulah, kemudian masjid ini di bangun dan Nabi Muhammad Saw sholat di dalamnya.

Setelah pada zaman Nabi Muhammad Saw, masjid di rombak pada masa Umar bin Abdulaziz saat menjabat sebagai Gubernur Madinah (87-93 Hijriah). Renovasi kedua di lakukan zaini zainuddin alistidar pada 861 Hijriah (1456 Masehi). Selanjutnya, pada masa Dinasti Utsmaniah, tepat nya pada tahun 1090 Hijriah (1679 Masehi). Masjid Bir Ali kembali di renovasi.

Sejarah Masjid Bir Ali dan Rasurullah SAW

Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)
Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)

Masjid Bir Ali dikenal dengan banyak nama. Disebut Bir Ali (bir berarti kata jamak untuk sumur), karena pada jaman dahulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menggali banyak sumur di tempat ini. Sekarang, bekas sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak tampak lagi. Barangkali sudah terkubur karena pembangunan dan perluasan masjid ini. Masjid Bir Ali disebut juga Masjid Al Ihram dan Masjid Al Miqat karena fungsinya sebagai tempat berihram dan mengambil miqat bagi umat Islam yang akan menunaikan haji dan umrah. Selain itu Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Syajarah (yang berarti pohon), karena sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya masjid yang cantik ini dibangun di tempat mana Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Kemudian, beberapa orang mungkin juga menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karena letaknya berada di Distrik Dzul Hulaifah.

Jemaah haji / umroh yang mengambil miqot di masjid ini hendak melakukan 3 amalan yang sesuai yang di syariatkan, yaitu :

  1. Mandi sunnat ihram dan memakai pakaian ihram (dlam prakteknya, amalan pertama ini sudah di lakukan Jemaah sejak beberapa saat sebelum meninggalkan pondokan di Madinah)
  2. Shalat sunnah ihram 2 rakaat dan.
  3. Berniat berihram serta bertalbiyah.

Ketika pemerintah Arab Saudi (1981-2005), Raja Fahd bin Abdulaziz yang mengikrarkan diri sebagai khaadimulharamain (pelayan dua Tanah Suci). Merombak masjid Bir Ali secara besar-besaran. Kononm beliau mengeluarkan dana sebesar 170 juta Riyal untuk itu. Dengan menggunakan karya arsitek ternama Abdulwahid  Alwakil, dan jadilah kini masjid Bir Ali yang megah dengan berukuran 26.000 Meter persegi. Berdiri di atas lahan seluas 90.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 5.000 jemaah. Selain itu, lahan seluas 34.000 meter di antara nya di gunakan untuk jalan, area parkir, pepohonan dan paviliun.

Keunikan Masjid Bir Ali

Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)
Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)

Dalam desain, Alwakil membuat komposisi bangunan masjid berprofil tinggi yang dikelilingi benteng berprofil rendah. Ia mengaku terinspirasi oleh tradisi masyarakat setempat. Di bagian atap, ia membubuhkan kubah. Selain itu, di salah satu sudut bangunan masjid, ia menambahkan menara setinggi 64 meter yang mirip sekali dengan mercusuar. Masjid ini pun dilengkapi  512 toilet dan 566 kamar mandi. Sementara lahan parkir di sekitarnya mampu menampung 500 kendaraan kecil dan 80 kendaraan besar. Hal ini untuk menunjang Jemaah yang belum sempat mandi ihram dari pemondokan. Ada juga kamar mandi dan tempat wudhu khusus bagi perempuan, Jemaah cacat fisik, dan juga orang tua. Kamar mandi itu juga di jaga oleh askar. Di kamar mandi perempuan, penjaganya malah dari Indonesia yang mengenakan jubbah hitam.

Sayang nya umum nya Jemaah Indonesia tidak bisa sepenuh nya menyaksikan keindahan arsitektur masjid. Semata karena waktu yang sangat terbatas. Kendaraan hanya berhenti sejenak atau sekitar 15 menit memberi kesempatan kepada Jemaah untuk niat dan sholat sunnah ihram. Setelah ihram, keinginan untuk melihat suasana sekitar masjid pun buar. Saat itu hati sudah terkondisikan ihram dan tidak ingin lagi melihat yang lain nya kecuali memantap kan hati untuk-Nya.

Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)
Keindahan Masjid Bir Ali Tempat Miqot (Madinah)

Sebenarnya mandi sunnah ihram bisa di lakukan saat di hotel sewaktu para Jemaah berada di kota Madinah. akan tetapi apabila waktu yang tersedia cukup panjang maka untuk berada di Bir Ali, maka beberapa dari para peziarah lebih suka mandi di masjid ini karena lebih afdol. Oleh karena itu kamar mandi yang sangat banyak itu selalu saja penuh dan sesak pada musim haji dan mereka harus mengantri di depan pintu-pintu kamar mandi, toilet dank ran wudhu. Beberapa peziarah yang entah karena apa terlupa mengeluarkan 2 helai kain ihram dan kopernya tidak perlu khawatir tidak bisa mengambil miqat di sini. Ada banyak kios-kios kecil berjejer di dekat lapangan parkir yang menjual kain ihram dan suvenir khas tanah suci lainnya.

Masjid Bir Ali yang terletak di antara jalan raya antara Madinah dan Mekkah ini memang menawarkan kesejukan bagi mata. Bagaimana tidak, pohon-pohon rindang terawat, pohon-pohon kurma dan sejenisnya berbaris rapi di sepanjang jalur-jalur indah dari batu granit. Pepohonan itu tumbuh di atas tanah berumput hijau nan lembut. Banyak peziarah yang sebelum shalat berfoto-foto di beberapa bagian taman dan samping masjid, merekam kenangan indah di tanah suci. Sebagian lagi mungkin terlihat buru-buru dan terpaksa mengabaikan keindahan itu karena waktu yang diberikan oleh koordinator peziarah hanya 15 menit.

Menyusuri taman di sekitar Masjid Bir Ali memang memberi kesan yang mendalam karena keindahannya. Akan tetapi, yang lebih luar biasa lagi adalah bagian dalam sisi Masjid berupa koridor selebar 6 meter berbentuk galeri dengan tiang-tiang indah dan lengkungan-lengkungan cantik setinggi 28 meter dengan kubah putih memanjang di atas nya akan membuat kita terpana dan terpukau. Subhanallah, indah sekali..

 

You might also like More from author