Kisah Gunung Yang di Cintai Rasul

Jabal Uhud – merupakan gunung yang sangat di cintai oleh Nabi Muhammad Saw. Uhud yang berarti “Penyendiri”, yang setiap tahun di ziarahi Nabi. Kebiasaan ini kemudian di teruskan oleh para Kahlifah setelah Nabi Wafat, Kini Jabal Uhud menjadi salah satu tujuan ziarah bagi para Jemaah haji maupun Umroh.  Jabal Uhud adalah bukit yang di janjikan di Surga, tidak seperti pada umum nya gunung yang ada di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yg t idak bersambung dgn gunung yg lain nya.

Kisah Gunung Yang di Cintai Rasulullah (Jabal Uhud)
Kisah Gunung Yang di Cintai Rasulullah (Jabal Uhud)

Suasana panas menyengat, berbeda dengan suhu di kota Madinah. Pantas saja panas di sekitar Jabal Uhud tidak seperti biasa nya. Saat kami mengecek suhu di ponsel pintar, menunjuk kan 49 derajat celcius. Ini angka yang fantastis karena biasa nya suhu di Madinah rata-rata 45 derajat Celcius.

Ada hadist yang menjelaskan :” Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka berziarah lah ke Bukit Uhud, Nabi Muhammad Bersabda : Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga”.( Hadist Riwayat – Bukhari).

Liburan Akhir Tahun, Umroh yuk? 

Bukit Uhud / Jabal Uhud merupakan sebuah bukit yang berjarak 5 km dari utara kota Madinah yaitu dengan ketinggian sekitar 1.077 M, tempat ini selalu di kenang oleh umat islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang islam dan kaum kafir Quraisy yang pada 15 Syawal 3 Hijriah (Maret 625 Masehi) yg menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.

Nabi Muhammad SAW bersama Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar Al-Faruq RA, dan Sayyidina Usman bin Affan RA. Setelah ke4 nya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar. Nabi Muhammad Saw kemudian nya menghentak kan kaki nya dan bersabda, “Tenanglah kamu Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkan nya.” Tidak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Demikian lah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kelompok musyrikin Mekah sekitar 3.000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin yang gugur sampai 70 orang syuhada, di antara nya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang di gelari Asa ­Dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.

Para syuhada itu di makam kan di tempat mereka gugur, di sekitar Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabat nya yang menjadi perisai untuk Rasul gugur karena badan nya di penuhi dengan anak panah. baca juga (Wisata Turki Murah Yang Sayang Untuk di Lewatkan)

Di kawasan gunung ini jemaah antara lain dapat berziarah ke kompleks makam para syuhada, yang di dalam nya ada makam Sayidina Hamzah.

Pemakaman Syuhada

Setelah perang usai dan kaum musyrikin mengundur kan diri kembali ke Mekah, maka Nabi Muhammad SAW memerintah kan agar mereka yang gugur di makam kan di tempat mereka roboh, sehingga ada satu liang kubur terdiri dari beberapa syuhada.

Muhammad SAW bersabda, “Mereka yang di makam kan di Uhud tdk memperoleh tempat lain kecuali ruh nya berada di dalam burung hijau yang melintasi sungai surgawi. Burung itu memakan, makanan dari taman surga, dan tidak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berkata siapa yang akan mencerita kan kondisi kami kepada saudara kami bahwa kami sudah berada di surga.”

Maka Allah berkata, “Aku yang akan memberi kabar kepada mereka.” Maka dari situ kemudian turun ayat (Qs 3:169) yang berbunyi, “Dan jangan lah mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah itu meninggal.”

Kisah Gunung Yang di Cintai Rasulullah (Jabal Uhud)
Kisah Gunung Yang di Cintai Rasulullah (Jabal Uhud)

46 Tahun kemudian, yaitu pada masa Khalifah Marwan bin Hakam, terjadi banjir besar sehingga makam Hamzah dan Abdullah bin Jahsyin rusak berat. Ternyata, meski sudah lebih dari 40 tahun di dalam kubur, jasad kedua sahabat itu masih segar, seperti baru saja meninggal. Maka jasad nya dikubur di tempat lain tapi masih di kawasan Gunung Uhud.

Pada tahun 1383 H, di bangun tembok tinggi yang mengelilingi makam Hamzah dengan celah-celah jeruji, agar peziarah dapat menyaksi kan makam tersebut. Di dalam areal pemakaman tidak ada tanda-tanda khusus seperti batu nisan, yang menanda kan ada makam di sana.

Kecintaan Rasulullah Saw kepada para syuhada Uhud, terutama Hamzah mendorong beliau melakukan ziarah ke Jabal Uhud hampir setiap tahun. Jejak ini di ikuti pula oleh beberapa khalifah setelah Rasullullah saw wafat.

Dengan demikian Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk di ziarahi oleh para pengunjung, khususnya jemaah haji.

Selain makam syuhada, tempat bersejarah lain yang ada di kawasan ini adalah Masjid Al-Fash. Di masjid ini Nabi pernah shalat zuhur setelah Perang Uhud selesai.

Lokasi Jabal Uhud berjarak 4 kilometer dari Masjid Nabawi dan gunung ini termasuk yang terbesar di Madinah. Uhud memiliki keliling 19 kilometer dan dengan tinggi 1 kilometer dari permukaan air laut atau 300 m dari permukaan tanah.

Meski dilimpahi mukjizat karena banyaknya syuhada yang wafat di kawasan ini saat Perang Uhud dulu, umat Islam di larang memanjat kan doa kepada para syuhada.

Bahkan di kawasan Jabal uhud sendiri sengaja di pasang papan pengumuman dalam berbagai bahasa, yang salah satu nya mengingat kan para peziarah agar berdoa langsung ke pada Allah SWT, bukan meminta safaat kepada para syuhada.

Melihat Lokasi dan kawasan yang mengelilingi jabal uhud sangat terjal dan curam, banyak sekali orang-orang yang menangis membayang kan bagaimana dulu Rasullullah dan para syuhada melakukan perang dengan lokasi yang sangat tidak mendukung.

Pada tempat pemakaman para syuhada di jabal uhud ini para pemerintah Arab Saudi memberikan pengumuman bagi setiap pengunjung yang datang dengan berbgai bahasa termasuk juga bahasa Indonesia. Pengumuman itu berisi tentang para penziarah dilarang melakukan hal-hal seperti mengusap-usap kuburan, di takut kan hal ini bisa menimbul kan kemusyrikan. Seperti juga para jamaah di larang membawa tanah atau batu dari tempat tersebut dengan tujuan yang tidak baik.
“Bagaimana dulu yaaa, para pejuang melepaskan dan membidik panah kepada lawan mereka. Apalagi mungkin saat itu cuaca sangat panas,” kata Kholid anggota jemaah asal Indonesia dari bukit kecil dekat kuburan para tentara yang mati sahid atau syuhada sambil memandang ke Bukit Uhud.

Tidak hanya berziarah saja, banyak para anggota jemaah haji maupun Umroh yang melakukan foto bersama dan jemaah juga bisa membeli oleh-oleh atau cendera mata atau kurma di sana. Di sepanjang jalan dari pemakaman menuju parkir kendaraan, terdapat puluhan pedagang yang menawarkan berbagai barang dagangan nya.

Jangan lewatkan info terupdate promo umroh. Untuk info paket dan biaya, anda dapat langsung menghubungi CS kami di 0822-8000-1799 atau langsung mengunjungi kantor kami di jl. Lengkong Kecil no.4 Bandung atau ke kantor Perwakilan kami yang berada di Lampung dan Bogor. Bagi anda pengguna Aplikasi Whatsapp, bisa Klik di bawah ini.

 

klik salah satu staff kami untuk segera chat via whatsapp bersama anda.

Diskusi Langsung Disini