Piramida Musée du Louvre (Paris)

Piramida Louvre -merupakan sebuah piramida kaca dan besi besar, yang di kelilingi oleh 3 piramida kecil, di taman Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis. Piramida utama berperan sebagai pintu masuk utama ke museum. Selesai di bangun tahun 1989, bangunan ini menjadi markah tanah bagi kota Paris. Apa yg kalian pikirkan jika mendengar kota Paris?Tentunya Kebanyakan orang pasti akan langsung terpikir tentang Menara Eiffel yg terkenal itu. Tapi apa kalian tahu di Paris terdapat tempat yg mempunyai nilai sejarah yg tinggi yaitu Museum Louvre.

Keindahan Piramida  Musée du Louvre (Paris)
Keindahan Piramida Musée du Louvre (Paris)

Sejarah Musée du Louvre (Paris)

Museum yg berdiri pada 10 Agustus 1793 ini mendapat predikat sebagai salah satu museum terbesar dan yg paling banyak di kunjungi oleh wisatawan asing dari penjuru dunia. Museum yg beralamatkan di Rive Droite Seine, Arondisemen, Paris, berada di area seluas 60.600 meter persegi.

Louvre awal nya adalah sebuah benteng pertahanan yg di rancang oleh seorang pria Prancis bernama Philip II pada abad ke-12. Benteng tersebut sedikit demi sedikit di perluas dan di jadikan sebagai tempat tinggal raja-raja Prancis. Pada 1682 Louvre bukan lagi untuk tempat tinggal raja, tapi dij adikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan. Oleh karena itu, Louise XIV memilih istana Versailles sebagai kediaman pribadi dan meninggal kan Louvre. Sisa-sisa benteng dapat di lihat dari ruang bawah tanah museum.

Gedung Louvre di tempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture pada 1692 sampai 100 tahun kedepan. Akhirnya selama Revolusi Prancis bangunan Louvre di tetapkan sebagai tempat yang harus di gunakan sebagai tempat untuk menampil kan karya-karya negara.

Awal nya Louvre hanya memamer kan 537 lukisan pada awal berdirinya yaitu 1793 dan mempunyai nama Musée de la République dan di buka untuk umum. Mayoritas karya tersebut di peroleh dari properti gereja dan kerajaan yang di sita Pemerintah Perancis. Pada Tahun 1796 hingga 1801 karena masalah struktural dengan bangunan, museum ditutup. Pada masa pemerintahan Napoleon, koleksi bertambah banyak dan Louvre berganti nama menjadi Musée Napoléon. Namun setelah Napoleon kalah dalam Pertempuran Waterloo, koleksi yang di sita pada masa pemerintahan nya di kembalikan kepada pemilik asli nya.

Keindahan Piramida  Musée du Louvre (Paris)
Keindahan Piramida Musée du Louvre (Paris)

Setelah pemerintahan Napoleon, Louvre di bawah kepimimpinan Louise XVIII dan Charles X juga mengalami penambahan jumlah koleksi. Pada masa Imperium Prancis Kedua, koleksi Louvre menjadi 20.000 koleksi.

Piramida kaca di halaman utama di tambah kan pada tahun 1989 dan berfungsi sebagai pintu masuk utama ke museum. Sejak masa Republik Prancis kedua, benda koleksi menjadi tambah banyak karena adanya sumbangan dan hadiah.

Untuk memudahkan, pada 2008 koleksi di bagi menjadi 8 Departemen Kuratorial yaitu Koleksi Mesir kuno, benda purbakala dari Timur Dekat, Yunani, Etruskan, Romawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni Gambar. Koleksi yang paling terkenal saat ini adalah Lukisan Monalisa.Sampai sekarang museum tersebut bernama Musée du Louvre dengan300.000 karya didalamnya.

Sedikitnya, 350 ribu koleksi museum di pajang. Satu koleksi yang paling masyhur adalah lukisan Monalisa. Pengujung dari berbagai negara selalu berdesakan untuk bisa menyaksikan lukisan karya Leonardo Da Vinci itu dari dekat.

Selain itu, mereka pun berebut berfoto dekat Monalisa. Piramid kaca di bagian museum menjadi ciri khas dan lokasi pilihan para pengunjung untuk berfoto. Popularitas piramid kaca dan museum kian menanjak setelah menjadi lokasi pengambilan gambar film Da Vinci Code.


Pengumpulan koleksi peradaban Islam

Koleksi ruangan-ruangan baru Departemen Seni Islam memungkin kan suatu penataan yg menggambarkan hasil karya seni Islam, sejak awal munculnya agama tersebut di abad VII hingga awal abad XIX: seni dekoratif, berbagai benda sehari-hari, miniatur, tekstil dan permadani, elemen-elemen arsitektur, dll. Benturan dgn berbagai budaya & pertukaran tanpa henti antar-wilayah Islam di tonjol kan. Keseluruhan benda yg di pamerkan pun akan memudah kan bukan hanya pemahaman akan homogenitas seni Islam, yg membuat nya segera di kenali sedemikian rupa, tetapi juga akan kreativitas luar biasa, yg di perlihatkan selama berabad-abad. Kebijakan pembelian yg berkesinambungan & banyak nya benda-benda seni yg diserahkan oleh Museum Seni Dekoratif memungkinkan di lengkapi nya koleksi, khususnya dari beberapa daerah yg hingga saat ini masih kurang terwakili seperti Maghreb ataupun India Mughal. Hal ini, memungkinkan tersaji nya gambaran seni yg lebih lengkap, yg berasal dari kerajaan-kerajaan besar Islam terakhir.

 

Keindahan Piramida  Musée du Louvre (Paris)
Keindahan Piramida Musée du Louvre (Paris)

Selain karya seni dari para seniman kenamaan Eropa zaman dulu, Museum Louvre juga menyimpan benda-benda peninggalan sejarah peradaban Islam. Benda-benda tersebut di kumpulkan di satu area bernama Islamic Art Department. Di sini tersimpan berbagai jenis benda yg menggambarkan perjalanan sejarah Islam. Ruangan Islamic Art Departement terdiri atas  2 lantai. Letaknya di sayap Denon museum itu. Secara keseluruhan, museum ini berbentuk huruf U & terdiri atas 3 bagian.

Masing-masing bagian bernama sayap Richelieu, Sully, & sayap Denon. Di dekat pintu utama masuk kumpulan koleksi peninggalan sejarah Islam, terpampang ringkasan perjalanan Islam pada masa kekhalifahan.
Koleksi benda sejarah Islam di payungi atap kaca berbentuk sepeti karpet terbang. Seluruh ruangan Islamic Art Departemen luasnya mencapai 3.000 meter persegi. Dinding berwarna hitam menjadikan peninggalan kebudayaan Islam itu warnanya lebih kontras. Desain ruangan Islamic Art Departement ini dibuat melalui kontes dunia. Pemenangnya adalah arsitek dari Milan, Italia Mario Bellini, yg bergabung dgn koleganya asal Prancis, Rudy Ricciotti. Kompetisi desain ruangan berlangsung pada 2005.

Keindahan Piramida  Musée du Louvre (Paris)
Keindahan Piramida Musée du Louvre (Paris)

Secara resmi, bagian koleksi budaya Islam Museum Louvre itu dibuka pada 22 September 2012. Sehari menjelang pembukaan, Mario Bellini, menjelaskan konsep atap kaca mirip karpet terbang yang melindungi koleksi peninggalan Islam tersebut.“Sesungguh nya konsep ini tdk merujuk sama sekali pada karpet terbang, tapi ini bentuk penghormatan terhadap koleksi Islam dan dikombinasikan dgn pengetahuan saya soal konteks budaya & geografi perkembangan Islam,”

Kurator bagian sejarah Islam Museum Louvre, Sophie Makariou, mengungkapkan, desain ruangan dibuat supaya pengunjung nyaman dan bebas menikmati benda-benda peninggalan sejarah Islam. Koleksi benda bersejarah di sana sekitar 3.000 barang. Mereka di kelompok kan dalam 4 bagian berdasar periodenya. Bagian pertama periode abad ke-7 M hingga abad ke-11 M, abad ke-11 hingga pertengahan abad ke-13, abad ke-13 hingga abad ke-16, dan  abad ke-16 M hingga abad ke-18 M.
Semakin masuk, warna religious nya semakin kental. Benda-benda yg dipajang semakin langsung berhubungan dengan ajaran Islam.Seperti mushaf Alquran, serpihan mihrab masjid bertuliskan ayat Alquran, juga lampu-lampu yang digunakan untuk tadarus Alquran pada zaman dulu.

You might also like More from author