Travel Umroh Terpercaya 2017

Head Office

PT. Rabbani Semesta Utama Jl. Lengkong Kecil No 4 Bandung Phone : 022 4206823 | Whatsapp 0822-8000-1799

"Melayani sejak 1996 dan mengantongi ijin PPIU KEMENAG 31.2017 juga sebagai Biro Perjalanan Wisata Tersertifikasi, Kami terus berusaha menjadi Travel Umroh yang Aman dan Terpercaya untuk membantu perjalanan Umroh Anda !"

Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul

Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul – Ka’bah merupakan sebuah bangunan yang berbentuk kubus ini terdapat di dalam masjidil haram. Bangunan yang menjadi titik pusat kiblat bagi seluruh umat Muslim dunia. Ka’bah ini sudah dibangun sejak Nabi Adam As yang kemudian hancur disebabkan banjir bandang yang terjadi di zaman Nabi Nuh As, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim bersama anaknya Nabi Ismail As (bisa dibaca di artikel Ka’bah dan Bagian-Bagiannya). Nama  Ka’bah sudah banyak disebutkan di dalam ayat al-Qur’an, diantaranya adalah: Bakkah, al-Bait, Baitul Haram, Baitullah, al Bait al Atiq dan Qiblah, semua nama tersebut tertuju pada satu yaitu bangunan Ka’bah.

Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul

Sebetulnya Ka’bah ini telah mengalami beberapa kali renovasi (baca juga Masjidil Haram dan Ka’bah). Namun ada salah satu waktu renovasi yang mungkin bisa kita ambil pelajarannya yaitu ketika dilakukannya sebelum Muhammad diutus Allah SWT menjadi seorang Rasul. Dikala itu para kabilah saling berselisih hanya karena menentukan orang yang tepat untuk menyimpan batu hajar aswad.

Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul

Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul - Renovasi dari masa ke masa
Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul – Renovasi dari masa ke masa

Ketika itu Nabi Muhammad Saw masih berumur 35 tahun, atau 5 tahun sebelum beliau diutus menjadi seorang Rasul, kabilah Quraiys berencana merenovasi kembali bangunan Ka’bah. Dikarenakan kondisi fisik bangunannya hanya berupa tumpukan batu-batu yang ukurannya diatas tinggi badan manusia atau sekitar 9 hasta, dari sejak pembangunan yang dilakukan Nabi Ismail, Ka’bah ini tidak memiliki atap sama sekali. Sehingga benda-benda yang disimpan di dalam ka’bah dapat mudah dicuri oleh para gerombolan pencuri.

Ka’bah yang merupakan bangunan berumur sangat tua ini begitu rapuh, sehingga dapat dengan mudah roboh jika terjadi penyerangan oleh pasukan berkuda, terkadang sampai sendi-sendi bangunannya pun rontoh dan hancur. Tidak hanya itu, Ka’bah juga pernah hampir ambruk tatkala Mekkah dilanda banjir besar yang airnya masuk ke dalam Baitul haram.

Akhirnya kabilah Quraisy berinisiatif untuk merenovasi ulang bangunan ka’bah dan sepakat agar dana yang digunakan merupakan dari sumber yang baik. Mereka tidak menginginkan dana yang dipakai renovasi tersebut bersumber dari kezaliman dan hasil  transaksi ribawi. Namun sampai kesepakatan itu bulat, mereka segan ketika akan melakukan perobohan terlebih dahulu pada bangunan Ka’bah yang lama. Akhirnya, Al Walid bin Al Mughirah Al Makhzumi memprakarsai perobohan yang paling pertama. Barulah setelah itu semua orang mulai mengikutinya, setelah melihat tidak ada efek apa-apa yang terjadi terhadap dirinya. Sedikit demi sedikit mereka melakukan renovasi Ka’bah, sampai pada pondasi pertama yang dahulu diletakkan oleh Nabi Ibrahim.

Renovasi Ka’bah yang dimulai lagi dari pertama ini memiliki cara yang begitu unik. Dikarenakan ada beberapa kabilah yang terlibat dalam renovasi tersebut, maka bangunan ka’bah tersebut dibagi-bagi agar setiap kabilah mendapatkan satu bagian. Setiap kabilah mengumpulkan sejumlah batu yang sudah ditentukan bagiannya masing-masing. Dalam renovasi ini juga dilibatkan seorang arsitek yang berasal dari Romawi yang bernama Baqum, maka dimulailah pembangunan tersebut.

Renovasi yang berjalan lancar ini sempat terhenti tatkala sampai pada bagian peletakan hajar aswad, para kabilah sempat berselisih untuk menentukan orang yang berhak untuk meletakkan hajar aswad tersebut. Pertikaian ini sempat terjadi sampai kurang lebih 4-5 malam. Kondisi antara para kabilah pun semakin memanas sampai hampir terjadinya peperangan hanya demi memperebutkan kehormatan untuk menyimpan hajar aswad. Beruntunglah ketika itu Abu Umayyah bin al Mughirah al Makhzumi merupakan seorang yang dituakan diantara mereka semua, memberikan masukan untuk menyelesaikan pertikaian tersebut. kemudian ia berkata:

يا معشر قريش ، اجعلوا بينكم فيما تختلفون فيه أول من يدخل من باب هذا المسجد ، يقضي بينكم فيه

wahai kaum Quraisy, jadikanlah pemutus pertikain yg kalian sedang perselisihkan ialah  orang yg pertama kali memasuki pintu masjid ini. Biarlah nanti ia yg akan memutuskan perkara kalian

Akhirnya masukan yang dilontarkan oleh al mughirah itu disepakati oleh semua kaum Quraisy. Dan atas kehendak Allah SWT, memilih seseorang yang pertama kali masuk pintu masjid tersebut dan ia adalah Muhammad Saw. Tatkala semua orang itu melihat beliau memasuki masjid, maka mereka berseru kepada beliau:

هذا الأمين رضينا ، هذا محمد

Ini dia seorang Al Amin, kami rela kepadanya, ini Muhammad

Beliau pun mendekati kepada kumpulan orang, dan memberitahukan perihal perselisihan tersebut, kemudian beliau bersabda:

hamparkan kepadaku sehelai selendang“. Kemudian kain tersebut diletakkan tepat di depat ar rukn (hajar aswad), dan Nabi meletakkan hajar aswad tersebut di atas kain yang sudah dihamparkan. Beliau bersabda: “hendaknya setiap kabilah untuk memegangi pada setiap ujung selendang, kemudian angkatlah ia secara bersama-sama“.

Kemudian hajar aswad tersebut diangkat secara bersama-sama dan telah sampai di depan tempatnya, beliau Shallallahu’alaihi Wasallam mengambil hajar aswad dengan tangannya dan meletakkannya ke tempat semula. Dengan cara seperti inilah sehingga semua kabilah rela dan renovasipun berjalan lancar.

Nabi Muhammad pun ikut serta dalam gotong-royong merenovasi Ka’bah. Diceritakan oleh Jabir bin ‘Abdillah Ra,

Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul
Renovasi Ka’bah Sebelum Nabi Diutus Menjadi Rasul

“Saat Ka’bah direnovasi, Nabi Saw dan ‘Abbas (paman beliau) mengangkat sebuah batu. Abbas berkata kepada Nabi Saw: ‘gantungkan kainmu ke atas leher (supaya tidak terluka karena bebatuan)’. Lalu seketika itu Nabi terjatuh dan pingsan. Ketika sadar, kedua matanya memandang ke langit. Lalu beliau bersabda: ‘dimana kainku?’. Beliaupun lalu mengencangkan kainnya” (HR. Al Bukhari 1528).

Disaat orang-orang Quraisy mengalami kekurangan dana dari sumber usaha yang baik sehingga mereka harus menghentikan pembangunan sekitar 6 hasta dari bagian utara Ka’bah, yaitu yang dinamakan dengan Hijr Ismail dan Al Hathim. Kemudian mereka meninggikan pintunya yang posisi awalnya berada di tanah agar tidak ada orang yang dapat memasukinya, kecuali orang yang mereka kehendaki. Tatkala pembangunan ka’bah sudah mencapai ketinggian 15 hasta, mereka mengatapinya dan menyangganya dengan enam buah pilar.

Renovasi pun selesai, bangunan Ka’bah berubah hampir berbentuk kubus yang memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter. Dengan panjang sisi bagian hajar aswad sekitar 10 meter, bagian depan yg berhadapan dengannya sekitar 10 meter. Letak hajar aswad dipasang di ketinggian 1,5 meter dari lantai dasar thawaf. Untuk panjang sisi yg berada di bagian pintu depan sekitar 12 meter. Adapun letak pintu berada di atas lantai sekitar 2 meter. Dan bagian luarnya dikelilingi dengan tumpukan batu, tepatnya di bagian bawah bangunan ka’bah, tingginya rat-rata sekitar 0,25 meter dengan lebar 0,30 meter, tumpukan batu ini yang kemudian dikenal dengan nama Asy-Syadzirwan yg merupakan bagian pondasi Ka’bah, namun orang Quraisy membiarkannya.

 

error: Content is protected !!

klik salah satu staff kami untuk chat langsung via whatsapp bersama anda.

Kontak Langsung Via Whatsapp
DAPATKAN DISKON
HARI INI JUGA !
Rp 250.000*
CATATAN : PROMO TERBATAS untuk 50 ORANG SAJA! dan hanya berlaku 1 HARI SAJA untuk SEMUA PROGRAM UMROH*. Info lebih lanjut KONTAK KAMI SEGERA !
UPDATE : SISA SEAT PROMO TINGGAL 5 ORANG !
KESEMPATAN MENDAPATKAN PROMO FREE HANDLING DIPERPANJANG SAMPAI 3 SEPTEMBER 2017
EBOOK SEJARAH HAJI DAN UMROH
GRATIS
Ingin Mengenal Lebih Dalam Mengenai “Sejarah Haji Dan Umrah” ? akan kami kirim ke email Anda (PDF) sekarang juga Isi Nama dan alamat EMAIL Anda di bawah ini
All transactions are safe. We never share your data with 3rd partes.
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
SISA 2 SEAT
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.