Travel Umroh Terpercaya 2017

Head Office

PT. Rabbani Semesta Utama Jl. Lengkong Kecil No 4 Bandung Phone : 022 4206823 | Whatsapp 0822-8000-1799

"Melayani sejak 1996 dan mengantongi ijin PPIU KEMENAG 31.2017 juga sebagai Biro Perjalanan Wisata Tersertifikasi, Kami terus berusaha menjadi Travel Umroh yang Aman dan Terpercaya untuk membantu perjalanan Umroh Anda !"

Travel Terpercaya Sejak 1996 – Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah

Sebagai salah satu kota suci bagi umat Muslim, Madinah jadi tujuan ibadah haji dan umrah. Saat berkunjung ke kota ini, mampirlah ke pusat percetakan Al Quran yang merupakan terbesar sedunia. Inilah tempat traveler berwisata sekaligus menambah ilmu dan wawasan tentang sejarah perkembangan Al Quran. Di dalam komplek percetakan yang sangat luas ini, terdapat juga juga sejumlah fasilitas lainnya seperti bangunan kantor utama, rumah sakit, gudang, kantin, rumah tinggal karyawan, toko, dan masjid.

Sejarah mencatat bahwa pada masa Nabi Muhammad saw – . al-Qur’an ditulis di atas pelepah kurma, tulang belulang, kulit binatang dan alat-alat lain nya yang bisa di jadikan sebagai tempat menulis. Itupun di tulis dengan tangan para penulis wahyu pada saat itu. Selain terpelihara dengan tulisan, al-Qur’an juga terpelihara melalui hafalan para sahabat. Bagi kalangan bangsa Arab menghafal merupakan suatu hal yang membudaya, bahkan bisa di katakan sebagai hal yang mendarah daging pada diri mereka. Sehingga menghafal di anggap sebagai suatu kebiasaan yang diwaris kan secara turun temurundari nenek moyang mereka. Ini bisa dilihat dari silsilah keturunan mereka, mereka bisa menghafal silsilah keturunan sampai ke nenek moyang terakhir. Itulah salah satu sebab terpeliharanya al-Qur’ân secara mutawâtir yang bisa sampai kepada kita sampai sekarang.

Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah
Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah

Sebagaimana di sebut kan di atas bahwa pada masa Nabi Muhammad Saw. alat yang di gunakan untuk memperbanyak al-Qur’ân sangat lah minim dan sederhana. Pada abad-abad berikut nya muncul lah beberapa penulis al-Qur’ân dengan tulisan yang indah. Tulisan indah ini di hasil kan oleh beberapa ahli kaligrafi yang memiliki kemampuan dalam hal itu. Salah satu penemuan baru dalam penulisan al-Qur’ân adalah dengan adanya peralihan khat (tulisan). Menurut M. Hadi Ma’rifah, sebagaiman dikutip Prof. Dr. HA. Athaillah bahwa penulisan mushaf al-Qur’ân dengan khat kûfî berakhir pada abad ke-3 H. Kemudian pada awal abad ke-4 H khat kûfî di ganti dengan khat naskhî yang indah. Kaligrafer yang pertama kali menulis mushaf dengan khat naskhî adalah Muhammad bin Ali bin Husain bin Miqlah (272-328 H). Khat naskhî mencapai puncak nya di tangan Yâqût bin Abdillah al-Maushûlî (w. 689 H). Penulisan mushaf dengan sistem khat Yâqût berlangsung hingga abad ke-11 H. Setelah beberapa abad kemudian lahirlah percetekan al-Qur’ân.

“Umroh khusuk, tidak berdesak-desakan. Umroh Awal Musim Solusinya”

Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif, begitu nama percetakan Al Quran terbesar di dunia. Percetakan ini terletak di jalan menuju Kota Tabuk, sekitar 10 Km dari Madinah. Kompleks Percetakan Al Quran ini sudah berdiri sejak tahun 1405 H (1984 M) di tanah seluas 25 hektar.

Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah
Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah

Gedung percetakan itu sendiri berbentuk seperti gudang. Di dalamnya terdapat mesin cetak berukuran besar dalam jumlah banyak, serta mesin pemotong kertas. Di lantai dasar, traveler akan melihat lembaran bakal Al Quran yang sudah dicetak, tapi belum dipotong dengan ketinggian mencapai tiga hingga empat meter

Menurut petugas, naskah yang di siapkan di tulis tangan oleh para ulama ahli Al Quran. Dalam perkembangan nya kemudian, percetakan ini juga melakukan di versifikasi produk berupa kaset Al Quran serta kepingan CD. Percetakan juga mencetak Al Quran terjemahan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Jamaah laki-laki bisa langsung masuk ke areal percetakan, sedangkan jamaah perempuan hanya boleh masuk ke showroom yang menjual Al Quran di bagian depan percetakan. Di showroom di pamerkan beberapa jenis Al Quran, antara lain edisi lux seharga 200 Riyal (Rp 700.000).

Selesai melihat proses percetakan Al Quran, traveler/jemaah akan memperoleh kenang-kenangan sebuah mushaf (kitab) Al Quran secara gratis. Anda juga dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh Al Quran itu secara gratis dengan syarat untuk diwakafkan ke masjid.

Ajukan surat permohonan dalam bahasa Arab, di lengkapi dengan stempel resmi masjid yang akan menerima, dikirim ke kantor di Masjid Nabawi pintu 18 dengan alamat PO Box 6262 Madinah Al Munawarrah, Kerajaan Saudi Arabia. Bila disetujui, pemohon akan mendapatkan dua dus berisi 50 Al Quran.

Percetakan ini di buka untuk umum mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 waktu setempat, kecuali pada hari libur Arab Saudi yakni Jumat dan Sabtu. Jangan lupa mampir saat mengunjungi Madinah. baca juga (Mengunjungi masjid kobe, jejak-jejak islam di jepang)

Percetakan al-Qur’ân.
Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah
Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah

Percetakan al-Qur’ân dapat dibagi menjadi tiga periode, periode percetakan klasik (1.500-1900 M), periode mesin cetak modern (1920-1980 M)dan periode digital mushaf (1.800-Sekarang). Percetakan al-Qur’ân yang terjadi dibarat tidak terlepas dari peran penerjemahan. Sebelum berkembangnya bahasa-bahasa Eropa modern, bahasa yang berkembang di sana adalah bahasa Latin. Oleh karena itu, terjemahan al-Qur’ân yang pertama adalah dengan bahasa latin pada tahun 1135 M. Tokoh yang menerjemahkan ke dalam bahasa ini adalah Robert of Ketton (Robertus Retanensis) yang selesai pada bulan Juli 1143 M. dengan penerbit nya Bibliander.

  1. Percetakan Awal al-Qur’an
    Al-Qur’an pertama kali dicetak dan diterbitkan di Venice (Venisia) sekitar tahun 1530 M. kemudian di Basel pada tahun 1543 M, tetapi setelah beberapa percetakan itu di hancurkan atas perintah para penguasa gereja. Orang yang pertama kali mencetak al-Qur’ân adalah Paganino dan Alessandro Paganini – sekitar tahun 1537 atau 1538 M. Namun sayang sekali cetakan yang telah dicetak keduanya tidak diketahui keberadaannya. Salah seorang sarjana Itali, yakni Angelina Nouvo menemukan photo Copy al-Qur’ân yang pernah dicetak di Venisia. Photo Cory tersebut ditemukan di Isola – Venisia – tepatnya di perpustakaan Fransiscan Friars of San Michele.
    Percetakan yang dilakukan Paganino dan Paganini ini bertujuan untuk dieekspor ke kerajaan Turki Utsmani. Tetapi orang-orang Turki Utsmani tidak mau menerima al-Qur’ân tersebut karena:
  2. Orang Turki Utsmani meyakini bahwa Al-Qur’ân adalah kitab suci yang tidak boleh dipegang oleh orang-orang kafir – non muslim – seperti Paganino dan Paganini. Menurut Jean Bodin (1530-1596 M) dalam bukunya “Colloquium Heptaplomeres”, bahwa orang-orang Turki Utsmani memotong tangan kanan Alessandro Paganini dan merusak seluruh cetakannya.
  3. Al-Qur’ân yang dicetak di Venisia memiliki banyak kekurangan dan kesalahan yang bisa mengurangi – bahkan merusak – makna al-Qur’ân.
  4. Percetakan al-Qur’an di Jerman
    Percetakan ini dilakukan di Hamburg pada tahun 1694 M. oleh Abraham Hinckelmann. Empat tahun kemudian Ludovico Maracci mencetak edisi teks Arab dengan terjemah bahasa Latin.LudovisiGustav Flugel – dengan edisi Arab – yang mencetak secara khusus di Leifzig pada tahun 1834 M.Lalu diikuti dengan cetakan berikutnya pada tahun 1841, 1855, 1867, 1870, 1881 dan 1893 M. Edisi ini banyak diikuti oleh sarjana Barat setelah perang dunia I.
  5. Percetakan al-Qur’an di St. Petersburg
    Ini dilakukan karena mendapat perlindungan dari ratu Catherine II, dimulai pada tahun 1787, 1789, 1790, 1793, 1796 dan 1798 M. Sedangkan percetakan al-Qur’ân di Volga – kota Kazan – terjadi perbedaan pendapat tentang tahunnya. Menurut Sarkîs, hal itu pertama kali terjadi pada tahun 1801 M. sedangkan menurut Schnurrer, itu terjadi pada tahun 1803 M. Sejak tahun 1842 M. percetakan St. Petersburgmencetak mushaf dengan model yang bervariasi. Sehingga pada tahun 1905 M. percetakan ini mengeluarkan mushaf dengan bentuk format yang besar dengan tujuan untuk diperlihatkan kepada pemerintah pada waktu itu.
  1. Percetakan al-Qur’an di London (Inggris)
    Terjadi pada tahun1833 M. kemudian pada tahun 1871 dan 1875 M. Bahkan mushaf yang ada di Perpustakaan Universitas Harvad merupakan mushaf cetakan London edisi tahun 1845 dan 1848 M.
  2. Percetakan al-Qur’an di Bobay (India)

           Cetakan di Bombay ini dimulai pada tahun 1852, 1865, 1869, 1875, 1881, 1883, 1891 dan  1897 M. Percetakan ini pertama kali disebarkan pada tahun 1856 dan 1857. Sedangkan cetakan Bombay dengan memakai pengantar bahasa persia dan disertai dilakukan oleh Muhammad Ali Qashânî. Percetakan Calcutta yang disertai dengan tafsîr al-Zamakhsyarî diproduksi oleh William Nassau Lees, Abdul Hayyi dan Khaddâm Husain.

  1. Percetakan al-Qur’an di Kairo (Mesir)

Menurut Sarkîs, al-Qur’ân dicetak di Kairo terjadi pada tahun 1864 M., kemudian pada tahun 1866, 1881 dan 1886 M.

  1. Percetakan al-Qur’an di Turki
    Dimulai pada tahun 1872, 1886, 1889 dan 1904 M.

Selain di negara-negara di atas, di beberapa negara juga mulai ramai percetakan al-Qur’ân. Seperti di Iran (1828 M), Tibris (1833 M) dan percetakan lainnya termasuk di Indonesia yang diawasi oleh Kementerian Agama. Selain dicetak, mushaf atau naskah al-Qur’an yang autentik dari masa khalifah Utsmân juga bisa dijumpai. Tetapi menurut Dadan Rusmana ia hanya tiga buah, ketiga nya berada serta tersimpan di museum Tashkent (Rusia), musium Istambul (Turki) dan satunya lagi di musium Kairo (Mesir).

“Nyari Travel Umroh Aman, & Terpercaya. Rabbanitour Solusinya!”

Rabbanitour telah melayani para calon tamu Allah SWT sejak 1996. Sudah lebih dari 3000 Jamaah berangkat ke Tanah Suci bersama Rabbanitour. Travel Umroh Terpercaya ini telah meraih beberapa penghargaan (Klik disini:  Rabbanitour Meraih Penghargaan Oleh BNSP)

Umroh yuk, bersama Rabbbanitour!!!Segera dapatkan info detailnya dengan langsung berkunjung ke kantor Rabbanitour atau melalui telepon CS kami. Bagi Anda pengguna Whatsapp bisa langsung KLIK no di bawah ini:

 

error: Content is protected !!

klik salah satu staff kami untuk chat langsung via whatsapp bersama anda.

Kontak Langsung Via Whatsapp
DAPATKAN DISKON
HARI INI JUGA !
Rp 250.000*
CATATAN : PROMO TERBATAS untuk 50 ORANG SAJA! dan hanya berlaku 1 HARI SAJA untuk SEMUA PROGRAM UMROH*. Info lebih lanjut KONTAK KAMI SEGERA !
UPDATE : SISA SEAT PROMO TINGGAL 5 ORANG !
KESEMPATAN MENDAPATKAN PROMO FREE HANDLING DIPERPANJANG SAMPAI 3 SEPTEMBER 2017
EBOOK SEJARAH HAJI DAN UMROH
GRATIS
Ingin Mengenal Lebih Dalam Mengenai “Sejarah Haji Dan Umrah” ? akan kami kirim ke email Anda (PDF) sekarang juga Isi Nama dan alamat EMAIL Anda di bawah ini
All transactions are safe. We never share your data with 3rd partes.
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
SISA 2 SEAT
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.