Travel Umroh Terpercaya 2017

Mengenang Perjuangan Syuhada di Masjid Khandaq (Madinah)

Khandaq – Sebelum peperangan melawan kaum kafir Quraisy di daerah Khandaq ini, umat Islam sangat khawatir menghadapi mereka. Pasal nya, jumlah pasukan Quraisy dan sekutu nya mencapai sekitar 10 ribu orang. Sementara itu, dari kalangan umat Islam, hanya sebanyak empat ribu orang. Sebuah peperangan yang tidak seimbang. Hal ini merupakan ujian yang sangat berat bagi kaum Muslimin.

perang Khandaq begitu masyhur di kalangan muslim. Banyak kisah kepahlawanan di sana sehingga perang pada tahun ke-5 Hijrah itu tercatat dengan tinta emas ke dalam tarikh. Khandaq memang bukanlah sepenuh nya pertempuran kolosal di medan laga yang di domisili oleh hunusan padang dan tombak. Khandaq adalah perang strategi dan urat syaraf.

Mengenang Perjuangan Syuhada di Masjid Khandaq (Madinah)
Mengenang Perjuangan Syuhada di Masjid Khandaq (Madinah)

Kisah kepahlawanan itu bermula dari ide brlian Salman Alfarisi. Ia mengusulkan kepada Nabi Muhammad Saw untuk membangun parit. Ide itu sesungguh nya berlatarkan kebiasaan orang-orang di kampong halaman nya, Persia. Mereka akan membangun parit pertahanan ketika dalam situasi takut di serang, terutama oleh pasukan berkuda. Itulah pula yang di a;ami oleh muslimin di Yatsrib (Madinah.

“Umroh khusuk, tidak berdesak-desakan. Umroh awal musim solusinya”

Pembangunan parit seperti itu sebenarnya tidak di kenal dalam “kamus perang” orang Arab. Mereka hanya menganal teknik maju, mundur, gempur atau lari. Meskipun demikian Nabi Muhammad Saw sepakat atas usul Salman. Bahkan, beliau pulalah yang membuat peta panggalian, memanjang dari utara selatan. Waktu itu setiap 10 orang di wajibkan menggali parit sepanjang 40 meter (lebar 4,62 meter dan dalam 3,234 meter). Setelah 6 hari (dalam riwayat lain, 10 hari-red), panjang parit yang berhasil di gali mencapai 5.544 meter.

Ada lagi kisah sahabat Nu’aim bin Mas’ud yang ditugaskan oleh Rasulullah Saw untuk memecah belah kaum kafir Quraisy, Bani Ghaththafan, dan kaum Yahudi yang bersekongkol. Dalam perang itu, Ali bin Abi Thalib juga memiliki pengalaman yang tidak kalah seru. Ia mesti berduel dengan ‘Amr bin Abdi Wudd, salah satu pimpinan pihak musuh yang terkenal jago pedang.

Mengenang Perjuangan Syuhada di Masjid Khandaq (Madinah)
Mengenang Perjuangan Syuhada di Masjid Khandaq (Madinah)

Semula, Rasulullah Saw tidak mau menugaskan Ali untuk menghadapi ‘Amr. Beliau ingin memilih sosok sahabat yang lebih tua dan dianggap sepadan. Namun, Ali bersikeras. Rasulullah SAW sebenarnya khawatir akan kembali beroleh kedukaan. Soalnya, pada perang sebelum nya (Uhud), beliau kehilangan sang paman: Hamzah.

Alhamdulillah, Allah memenangkan Ali. ’Amr bin Abdi Wudd tewas. Inilah yang membuat pasukan musuh mundur dari lokasi perang meski berjumlah tak kurang dari 10.000 personel.

Para Jemaah Umroh akan mengunjungi Khandaq untuk melihat saksi-saksi bisu yang masih tersisa lalu merekonstruksi sekaligus mencoba merasakan suasana perang masa silam. Di kaki Bukit Sila’, di depan Masjid Khandaq, para Jemaah umroh mengarahkan pandangan ke barat laut.

Di seberang, kami tak menemukan apa-apa, kecuali jalan, deretan bangunan, dan fasilitas umum. Parit (khandaq) yang dulu di bangun sebagai strategi menghadapi musuh tak lagi berbekas. ”Orang Arab sini juga pada enggak mau bicara soal itu. Jadinya susah. Praktis, para Jemaah umroh hanya bisa merekonstruksi kisah dari posisi lima masjid (semula berjumlah tujuh) di sekitar Masjid Khandaq yang megah. Masjid-masjid itu dibangun oleh Khalifah Umar bin Abdulaziz sebagai bentuk penghormatan kepada mereka telah gemilang memenangi perang.

Mengenang Perjuangan Syuhada di Masjid Khandaq (Madinah)
Mengenang Perjuangan Syuhada di Masjid Khandaq (Madinah)

Di sayap kanan Masjid Khandaq, di kaki barat bukit Sila’, terdapat bukit mungil yang dulu menjadi tempat Rasulullah Saw bermunajat selama tiga hari berturut. Beliau memohon kepada Allah Swt agar memenangkan Muslimin. Di sana, Khalifah Umar bin Abdulaziz membangun Masjid Alfath.

Di kaki bukit itu, ia membangun Masjid Salman Alfarisi. Di sanalah posisi sang sahabat dari Persia itu selama pengepungan. Lima belas meter dari sana, ke arah barat laut, Umar membangun Masjid Abu Bakar. Sayang nya, kini, masjid itu (bersama Masjid Utsman bin ’Affan) telah diruntuhkan untuk keperluan lahan parkir Masjid Khandaq. Di areal parkir, hanya Masjid Umar bin Khaththab yang masih berdiri.

Selanjut nya di sayap kiri terhadap Masjid Ali bin Abi Thalib dan Masjid Ftimah Azzahra (beberapa sumber sejarah menyebut nya juga sebagai Masjid Sa’ad bin Mu’adz). Sebagagian orang meyakini bahwa di lokasi masjid itulah Ali berhasil membunuh ‘Amr bin Abdi Wudd.

Kini, lokasi kedua masjid itu dipagar tinggi dan dikunci. Siapapun pengunjung tak boleh masuk. Soalnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi merasa geregetan karena banyak Muslim, terutama kalangan Syiah, yang ”memuliakan” masjid itu secara berlebihan. Padahal, seperti tertulis pada baliho yang disebar di sana, masjid-masjid di Khandaq tak memiliki keistimewaan apapun dari sisi ibadah. (Hazmirullah/”PR”/A-88).

Dalam Al-quran, Allah SWT menjelaskan, beratnya kondisi yang di hadapi umat Islam. “Hai orang-orang yang beriman, ingat lah akan nikmat Allah SWT (yang telah di karunia kan) kepadamu ketika datang kepada tentara-tentara kepada mu. Lalu Kami kirim kan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihat nya. Dan Allah Maha Melihat akan apa yang kami kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepada mu dari atas dan bawah. Dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah SWT dengan ber macam-macam prasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan di goncang kan (hatinya) dengan goncangan yang sangat (berat).” (Quran.Surah Al-Ahzab [33]: 9-11).

Bahkan, saat penggalian parit, Nabi Muhammad SAW turun tangan untuk membantu kaum Muslimin. Tidak hanya pekerjaan untuk menyelesai kan galian parit yang mencapai lebih dari lima kilometer itu, tetapi juga karena minim nya bekal makanan.

Abu Thalhah meriwayatkan, “saat penggalian itu, kaum Muslimin terpaksa mengganjal perut mereka dengan beberapa buah batu. “Ketika kami mengeluh kelaparan kepada Nabi Muhammad Saw, kami berjalan sambil mengganjal perut dengan beberapa buah batu. Dan kami menyaksikan Nabi Muhammad Saw juga mengganjal perut nya dengan dua buah batu.” baca juga (Mau liburan keluar negeri?) 

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata; “Ketika kami sedang menggali parit pada Perang Khandaq, kami menemukan tanah yang keras, maka mereka mengadukan kepada Nabi Muhammad Saw, kemudian Rasullulah SAW menjawab; “Biarlah aku sendiri yang mencangkul nya.” Kemudian Rasullullah Saw mencangkul nya, dan akhir nya tanah yang keras itu berubah menjadi lunak bagaikan onggokan pasir.” (Hadist.Riwayat- Bukhari).

Ungkapan serupa juga diriwayat kan Imam Baihaqi dari Al-Barra bin Azib Al-Anshariy RA. “Pada saat kaum Muslimin menggali parit, mereka melihat sebuah batu besar yang tidak dapat di pecah kan dengan cangkul atau beliung mereka. Mereka memberitahu kan hal itu kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan tiga kali ayunan beliung Rasullullah Saw, batu besar itu hancur berkeping-keping.”

Maka, ketika penggalian parit selesai, beberapa hari kemudian, datang lah pasukan kafir Quraisy. Menyaksikan jumlah nya yang demikian besar, Nabi Muhammad SAW berdoa agar Allah SWT membantu perjuangan kaum Muslimin. Doa beliau itu di panjatkan saat berada di Masjid Fatah. Beliau berdoa selama tiga hari berturut-turut. Dan akhir nya, peperangan ini berhasil di menang kan kaum Muslimin atas bantuan Allah SWT yang mengirimkan tentara Malaikat yang tak terlihat.

Dinamakan dengan Masjid Fatah di sebabkan umat Islam memperoleh kemenangan. Al-Fatah berarti kemenangan. Masjid ini berada di atas bukit Sila (Sal’a). Bukit ini disebut juga dengan nama Jabal as-Sila’.

Jika anda mengikuti program perjalanan ibadah suci umroh maka anda akan berkunjung ke masjid ini anda juga bisa menyaksikan langsung keadaan masjid Khandaq yang berada di Madinah.

“Nyari Travel Umroh Aman, & Terpercaya. Rabbanitour Solusinya!”

Rabbanitour telah melayani para calon tamu Allah SWT sejak 1996. Sudah lebih dari 3000 Jamaah berangkat ke Tanah Suci bersama Rabbanitour. Travel Umroh Terpercaya ini telah meraih beberapa penghargaan (Klik disini:  Rabbanitour Meraih Penghargaan Oleh BNSP)

Umroh yuk, bersama Rabbbanitour!!!Segera dapatkan info detailnya dengan langsung berkunjung ke kantor Rabbanitour atau melalui telepon CS kami. Bagi Anda pengguna Whatsapp bisa langsung KLIK no di bawah ini:

klik salah satu staff kami untuk chat langsung via whatsapp bersama anda.

Kontak Langsung Via Whatsapp
DAPATKAN DISKON
HARI INI JUGA !
Rp 250.000*
CATATAN : PROMO TERBATAS untuk 50 ORANG SAJA! dan hanya berlaku 1 HARI SAJA untuk SEMUA PROGRAM UMROH*. Info lebih lanjut KONTAK KAMI SEGERA !
UPDATE : SISA SEAT PROMO TINGGAL 5 ORANG !
KESEMPATAN MENDAPATKAN PROMO FREE HANDLING DIPERPANJANG SAMPAI 3 SEPTEMBER 2017
EBOOK SEJARAH HAJI DAN UMROH
GRATIS
Ingin Mengenal Lebih Dalam Mengenai “Sejarah Haji Dan Umrah” ? akan kami kirim ke email Anda (PDF) sekarang juga Isi Nama dan alamat EMAIL Anda di bawah ini
All transactions are safe. We never share your data with 3rd partes.
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.
2017 (C) All rights reserved.
2017 (C) All rights reserved.
Kontak Form
Customer Care kami akan menghubungi Anda, sesuai dengan preferensi waktu yang anda masukan.