Tata cara Berpuasa yang sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW

Dalam pelaksanaan amalan berpuasa kita sebagai umat islam harus memperhatikan kaifiat atau tata cara yang baik dan benar bahkan sesuai dengan apa yang di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa kaifiat atau tata cara Rasul dalam melaksanakan Berpuasa diantaranya :

  1. Yang pertama dimulai dengan berniat untuk berpuasa baik dalam ucapan maupun perbuatannya. Untuk puasa wajib seperti bulan Ramadhan niat tersebut dilaksanakan sebelum fajar terbit. Dan dalam amalan berpuasa Sunnah dibolehkan berniat setelah fajar menyunting.
  2. Yang kedua tertera didalam alquran surat ke 2 AL-BAQARAH :187 yang menjelaskan tentang waktu, pelaksanaan amalan berpuasa yakni dimulai setelah fajar terbit sampai datangnya keindahan malam.
  3. suhoor dulu - kan loe rese kalo lagi laper
    sahoor dulu – kan loe rese kalo lagi laper

    Yang ketiga kita harus melakukan makan sahur, selain merupakan Sunnah nya Rasul makan sahur juga dapat menjaga kestabilan dan ketahanan tubuh kita saat berpuasa dan akan mendatangkan kebarakahan ketika berpuasanya. Akibat dari tidak makan sahur maka Akan banyak orang yang lemah , letih dan lesu bahkan tidak terkontrolnya hawa nafsu dan emosional karena dalam ilmu psikolog apabila seseorang tidak makan pagi atau minum maka tingkat konsentrasi otak nya akan menurun atau sering kita sebut telat dalam berpikir. Dan organ tubuh yang lain pun akan terganggu.
    Dalam sunahnya ada yang harus diperhatikan oleh umat muslim dan akan dipandang mejadi suatu kesalahan apabila Melakukan makan sahur tidak tepat waktu artinya kita mendahulukan sahur ssebelum waktunya dan sebaiknya makan sahur diakhirkan

  4. Yang keempat umat islam harus memperhatikan suatu hal perkara yang dapat menjadikan puasa kita batal. Diantaranya: muntah,makan dan minum dengan sengaja pada waktu berpuasa.
  5. Yang kelima kita harus menjaga amalan puasa itu dengan tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak baik atau tidak senonoh seperti berkata kotor, keji, dusta dan membuat orang lain sakit sampai mengeluarkan amarah emosional orang lain.“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, selalu mengerjakannya dan tidak meninggalkan kebodohan, maka Allah tidak akan memberikan pahala atas puasanya.” (Hadits Riwayat. al-Bukhari).  Selain perkataan, perbuatan dan bahkan akal dan hati pun harusnya dijaga.
  6. Yang keenam kita harus memperhatikan perbuatan yang dibarengi amalan yang dapat dilakukan dan hukumnyapun adalah mubah atau boleh seperti: Bersiwak lalu berkumur (membersihkan gigi juga mulut), Istinsyaq ( ketika wudhu air dmasukan kedalam hidung), mengguyurkan air ke anggota tubuh atau mandi beralasan karena gerah.
  7. Yang ketujuh tata cara atau kaifiat saat berbuka puasa yang mana harus dilakukan ketika sampai waktu adzan magrib tiba atau datangnya malam (terbenamnya matahari ). Awalan setelah mendengar adzan kita di wajibkan untuk segera membatalkan puasanya dalam sunnahnya dengan minum kemudian memakan makanan yang manis-manis seperti buah kurma baik yang kering maupun yang basah, dan setelah itu kita di anjurkan untuk melaksanakan shalat magrib terlebih dahulu kemudian barulah makan makanan yang berat seperti nasi guna untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Rasulullah SAW bersabda :
    إذا كان أحدكم صائما فليفطر على التمر فإن لم يجد التمر فعلى الماء فإن الماء طهور
    Artinya : Apabila diantara kalian berpuasa, berbukalah dengan kurma, jika tidak ada kurma, maka berbukalah dengan air, sebab air itu suciHR Imam Abu Daud, Al-Baihaqi dan Al-Hakim. hadits ini shahih Menurut Al-Hakim berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Imam Al-Bukhari.
pemanasan RAMADHAN
pemanasan RAMADHAN

Selain ke-7 hal diatas, ternyata Rasulullah SAW mempunyai amalan khusus di Bulan Ramadhan ini, yakni

Membaca al-Quran
Malaikat Jibril sentiasa bertadarus al-Quran dengan Nabi SAW setiap hari sepanjang Ramadan. Utsman bin Affan khatam al-Quran setiap hari pada Ramadan. Imam Zuhri berkata apabila tiba Ramadan, “Sesungguhnya Ramadan itu bulan membaca al-Quran dan menyediakan makanan untuk orang berpuasa.”

Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa.
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang memberikan makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya seperti pahala (orang yang berpuasa) dalam keadaan tidak berkurung sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu.” (Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan ad-Darimi)

Tarawih/qiyamul lail
Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Sesiapa menghidupkan Ramadan dengan keimanan dan pengharapan pahala daripada Allah Taala, maka akan diampunkan segala dosanya yang terdahulu.”
(Hadis riwayat Bukhari)

Umrah
Rasulullah SAW bersabda : “Umrah pada Ramadan (pahalanya) sama dengan (pahala) mengerjakan haji atau mengerjakan haji bersamaku.” (Hadis riwayat Bukhari)

klik salah satu staff kami untuk segera chat via whatsapp bersama anda.

Diskusi Langsung Disini